Loading...

Follow Rumah Inspirasi | Homeschooling on Feedspot

Continue with Google
Continue with Facebook
or

Valid

Ketika seseorang tertarik menjalani homeschool, pertanyaan yang paling sering muncul adalah: bagaimana ijazahnya? Bagaimana kurikulumnya? Bagaimana rapornya? Apakah bisa melanjutkan kuliah?

Pertanyaan semacam itu muncul karena penanya membayangkan homeschooling adalah seperti sekolah tapi di rumah.

Nah, homeschooling berbasis akademis adalah homeschooling yang menjadikan sekolah sebagai acuan utama.

Ciri-ciri Homeschooling berbasis akademis

Berikut ini beberapa karakteristik pokok jalur homeschooling berbasis akademis:

1. Menggunakan sekolah sebagai acuan
Model homeschooling dijalani dengan struktur dasar seperti sekolah, yaitu kurikulum, penjenjangan K1-K12, materi belajar, cara belajar, sistem evaluasi.

2. Belajar mata pelajaran
Materi belajar yang utama adalah mata pelajaran seperti di sekolah. Materi dan kegiatan belajar non-mata pelajaran hanya menjadi pelengkap.

3. Mengikuti Ujian Paket
Kegiatan utama anak disiapkan untuk Ujian Paket, mulai Paket A (setara SD), Paket B (setara SMP) dan Paket C (setara SMA). Ujian dilaksanakan melalui PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat).

4. Berorientasi kuliah
Setelah mendapat ijazah Paket C, anak disiapkan untuk kuliah di Perguruan Tinggi tempat mereka membangun keahlian khusus sebagai bekal masuk dunia profesi.

5. Hal non-akademis tidak diutamakan
Kegiatan pengembangan minat-bakat dan organisasi mungkin dilakukan, tapi tak dipentingkan. Jargonnya: kegiatan lain tak boleh mengganggu Ujian.

Lho, bukankah pendidikan memang harus seperti itu?

Iya jika memang Anda memandang sekolah sebagai satu-satunya model pendidikan dan cara ideal untuk belajar. Dan sekolah memang satu-satunya model yang digunakan di masyarakat. Setidaknya saat ini.

Jika kita memandang ada cara belajar dan berhasil selain melalui “cara sekolah”, Anda akan bisa melihat model pendidikan lain.

Pertanyaan kritisnya begini:

  • apakah kuliah adalah jaminan dan satu-satunya jalan untuk sukses?
  • apakah seorang atlit atau seniman harus belajar semua mata pelajaran seperti anak SD-SMA umum agar berhasil di bidang yang ditekuninya?
  • jika anak memiliki kelemahan pada satu mata pelajaran tertentu, misalnya matematika, apakah dia harus dipaksa mempelajarinya dengan tingkat kedalaman yang sama dengan anak yang mau kuliah?
  • apakah semua profesi dan pekerjaan mensyaratkan ijazah sekolah untuk berkarya?

Jika Anda menjawab “Tidak” pada salah satu pertanyaan di atas, Anda sebenarnya membuka diri untuk cara belajar lain di luar model sekolah.

(Baca: 3 Jalur Homeschooling)

The post Homeschool berbasis Akademis appeared first on Rumah Inspirasi.

Read Full Article
  • Show original
  • .
  • Share
  • .
  • Favorite
  • .
  • Email
  • .
  • Add Tags 

Proyek kartu CritaCrita adalah proses belajar berbasis proyek (project-based learning) yang menjadi proses pembelajaran panjang Tata tentang bisnis.

Diawali dengan keinginan Tata untuk mencari dana sendiri untuk membiayai kegiatan OASE Eksplorasi alias fundraising, kami berdiskusi bersama Tata tentang produk apa yang akan dibuat dan dijual.

Dari hasil diskusi muncul ide untuk membuat kartu alat bantu belajar anak-anak kecil. Rencananya produk akan dijual di toko online seperti Tokopedia dan Shopee.

Ideation: Belajar Bisnis Dimulai dengan Gagasan

Dalam proses awal, Tata berdiskusi dengan kami dan Yudhis, kakaknya. Diskusi berlangsung berhari-hari untuk menentukan bentuk produk yang akan dibuat.

Ide yang disepakati adalah membuat kartu cerita yang isinya berbagai gambar. Untuk memainkannya, gambar dari tumpukan kartu diambil secara acak dan disusun berjajar. Nah, anak diminta untuk membuat cerita berdasarkan urutan gambar tersebut.

Setelah detilnya disepakati, Tata kemudian mulai mengeksekusi satu persatu. Prosesnya dimulai dengan menggambar kartu satu-persatu. Biasanya Tata memulai dengan sketch menggunakan pensil, kemudian diwarnai menggunakan cat air dan terakhir melakukan finalisasi dengan spidol kecil

Eksekusi Tak Semudah Gagasan

Di mana-mana, proses eksekusi tidaklah mudah. Bisnis itu bukanlah tentang ide, tetapi tentang kemampuan mengeksekusi ide dengan baik. Kemampuan eksekusi menjadi hal yang sangat krusial, apalagi di era sekarang saat ide-ide begitu banyak berserakan di Internet yang bisa diambil dan diadaptasi.

Dalam pengalaman belajar bisnis yang sedang sedang dilakukan Tata ini, tantangannya juga terletak di titik eksekusi.

Proses menggambar kartu ternyata membutuhkan waktu yang lebih lama daripada yang diperkirakan. Apalagi Tata punya kesibukan dan tugas-tugas lain selain menyiapkan kartunya.

Padahal, gambar di kartu itu baru awal dan bagian kecil dari proses membuat produk. Prosesnya masih berlangsung panjang hingga akhir.

Alhasil, momentum untuk fundraising pun hilang karena produk ternyata belum selesai. Tata mengikuti akhirnya kegiatan OASE Eksplorasi dengan mengambil tabungan ditambah uang dari kami.

Apakah proses belajar bisnis ini gagal? Iya, saat ini.

Tapi berusaha untuk membuat proses belajar bisnis ini tidak gagal.

Membuat prototipe produk

Usai kegiatan OASE Eksplorasi rampung hingga akhir, kami berdiskusi dengan Tata mengenai kelanjutan proyek belajar bisnisnya. Tata masih berminat menyelesaikannya.

Maka, kami pun berproses kembali bersama Tata.

Tata kembali mematangkan konsepnya, menggambar & melukis, melakukan digitalisasi gambarnya, mengolah hasilnya di komputer, serta membuat prototipe produk.

Sebelum dicetak, Tata juga harus membuat deskripsi panduan bermain serta merancang box untuk wadah kartu.

Setelah semua selesai, Tata pergi ke percetakan digital ditemani ibu Lala untuk membuat mockup produk. Dari hasil cetakan, produk itu kami evaluasi bersama dan kemudian Tata melakukan revisi dan mencetak lagi. Untuk kepergian kedua dan selanjutnya, Tata melakukannya sendiri tanpa ditemani Ibu.

Proses revisi itu terjadi beberapa kali dan merupakan pembelajaran yang cukup berat bagi Tata. Proses ini mengasah stamina bekerja Tata dan kepeduliannya terhadap standar kualitas produksi.

Menyiapkan Marketing Kit

Setelah produk berhasil difinalisasi, Tata kemudian belajar ke tahapan berikutnya yaitu mempersiapkan proses marketing. Prosesnya dimulai dengan menyiapkan poster promosi. Tata belajar untuk membuat poster sendiri.

Selain itu, Tata juga belajar membuat landing page website berisi jualannya. Dalam landing page itu ada proses belajar membuat website sekaligus copywriting materi landing page-nya.

Fase terakhir dalam persiapan marketing, Tata belajar membuat toko online. Tata belajar membuat toko di Tokopedia dan Shopee serta mengisi informasi yang dibutuhkan untuk menjual produk CritaCrita karya Tata.

Melakukan Proses Produksi

Setelah produk mulai dipasarkan, Tata juga belajar menerima pesanan di toko online serta mengurusi pemesanan, mulai mencetak label, membungkus hingga mengirim pesanan.

Selain dijual secara online, Tata juga menjual kartunya dalam acara-acara yang diikutinya seperti OFest, Jangkar, dan lain-lain.

Dalam tahapan proses bisnis ini, Tata juga belajar memastikan produk kartu CritaCrita selalu tersedia. Itu artinya, dia perlu menghitung jumlah kartu yang akan dibuat, pergi ke percetakan untuk mencetak, memotong kartu, melipat kotak kartu, dan proses-proses lain yang dibutuhkan hingga produk siap dijual.

Refleksi

Proses Tata belajar bisnis dengan membuat produk CritaCrita ini menjadi pembelajaran yang banyak sekali, baik untuk Tata maupun untuk kami, orangtuanya, yang mendampingi Tata. Proyek ini dilakukan pada pertengahan 2018, saat Tata berusia 14 tahun.

Proses belajar bisnis ini berlangsung kurang lebih selama 3 bulan.

Berikut ini link terkait proses ini:

The post Kartu CritaCrita: Proyek Belajar Bisnis untuk Tata appeared first on Rumah Inspirasi.

Read Full Article
  • Show original
  • .
  • Share
  • .
  • Favorite
  • .
  • Email
  • .
  • Add Tags 

Secara sederhana, proses homeschooling mengikuti beberapa pola berkaitan dengan profesi yang ingin dituju anak dan dipersiapkan orangtua.

Selama ini, anak-anak dipersiapkan untuk menempuh pola yang sama ketika mereka menjalani pendidikan di sekolah. Anak-anak belajar materi pelajaran sesuai kurikulum yang ditetapkan. Mereka belajar berjenjang mulai SD, SMP, SMA dan ujungnya adalah kuliah di Perguruan Tinggi untuk mengembangkan keahlian dan menyiapkan diri untuk masuk ke dunia profesi.

Saya menyebut jalur yang ditempuh anak-anak itu dengan sebutan jalur akademis.

Di dunia “lama”, jalur akademis ini menjadi jalur utama (mainstream), kalau tak boleh dikatakan sebagai jalur satu-satunya yang dianggap handal untuk memasuki jalur profesi. Tentu saja, sekolah tak hanya menyiapkan anak untuk bekerja, tetapi menyiapkan kapasitas bekerja/berkarya adalah salah satu fungsi penting sistem persekolahan.

Dalam jalur akademis, ijazah adalah hal yang sangat penting karena dijadikan sebagai “mata uang” dan modal pertama untuk seleksi masuk ke dunia kerja.

Tumbuhnya Profesi-profesi Baru

Saat ini, banyak sekali profesi baru yang berkembang. Banyak profesi yang tidak terkait secara langsung dengan proses pendidikan yang dilakukan melalui jalur akademis.

Profesi-profesi baru ini berbasis output dan kemampuan menghasilkan karya. Ijazah tak dilihat, tetapi yang dipentingkan adalah portofolio karya dan hasil yang bermanfaat bagi orang lain.

Contoh profesi ini adalah fotografer, desainer, videografer, web developer, dll. Saat bekerja, mereka tak ditanya ijazahnya apa, tetapi yang ditanya adalah portofolio karyanya. Fotografer tidak ditanya ijazahnya, penulis fiksi tidak ditanya pernah sekolah di mana.

Di dunia Internet, profesi-profesi yang berbasis output dan portofolio ini semakin membesar. Apalagi dengan tumbuhnya marketplace di dunia freelancing seperti Fiverr, Upwork, dll. Ijazah saja tak cukup, tapi yang dipentingkan justru kemampuan riil menghasilkan output dan menyelesaikan masalah.

Selain portofolio karya, “mata uang” di dunia baru ini adalah sertifikat profesional. Sertifikat itu biasanya menunjukkan sebuah keahlian spesifik pada sebuah bidang tertentu dan dikeluarkan oleh lembaga profesional.

Saya menyebut jalur ini dengan istilah jalur profesional.

Pendidikan Entrepreneurship

Satu lagi dunia profesi dan berkarya orang dewasa adalah dengan menjadi pebisnis dengan beragam variasinya. Mereka melihat masalah, peluang menyelesaikan atau menciptakan nilai tambah, dan kemudian berinisiatif dan mengambil resiko dengan merintis sebuah bisnis tertentu.

Menjadi pebisnis adalah sebuah bidang profesi yang semakin populer di era Internet karena peluang semakin terbuka dengan kebutuhan modal yang lebih minim dibandingkan era sebelumnya.

Dalam riset IDN tentang “Indonesia Millennial Report 2019”, aspirasi untuk menjadi pebisnis atau entrepreneur itu sangat tinggi. Lebih dari 69% anak milliennial ingin menjadi berbisnis atau menjadi pemilik bisnis sendiri.

Pertanyaannya, bagaimana menyiapkan proses pendidikan untuk para pebisnis alias entrepreneur? Sekolah konvensional yang menekankan pada ketaatan (compliance) melakukan prosedur dan materi belajar yang berfokus pada akademis bukanlah tempat dan cara yang tepat untuk mendidik seorang entrepreneur.

Di wilayah ini, terbuka peluang bagi orangtua dan masyarakat untuk menyiapkan proses pendidikan yang menyiapkan anak-anak menjadi entrepreneur. Anak-anak mengenali mindset entrepreneur, business proses, praktek memulai bisnis, membentuk tim, dan sebagainya.

Saya menyebut jalur ini sebagai jalur entrepreneur.

Tiga jalur Homeschooling

Setiap jalur mengembangkan cara berfikir dan bertindak yang berbeda. Jika anak-anak terdidik dalam sebuah jalur tertentu selama bertahun-tahun, sadar atau tidak sadar mereka akan menginternalkan proses berfikir dan bertindak tertentu.

Bagi orangtua yang menjalani homeschooling, penting untuk mempelajari dan mengeksplorasi jalur-jalur homeschooling. Proses homeschooling tak hanya dilakukan dengan mengikuti sistem persekolahan (jalur akademis), tetapi bisa juga dilakukan dengan mengembangkan jalur lain, yaitu jalur profesional dan jalur bisnis (entrepreneur).

The post Homeschooling Jalur Akademis, Profesional, dan Entrepreneur appeared first on Rumah Inspirasi.

Read Full Article
  • Show original
  • .
  • Share
  • .
  • Favorite
  • .
  • Email
  • .
  • Add Tags 

Bertempat di Lippo Plaza Keboen Raya, Jalan Padjajaran, Bogor, pada hari Sabtu-Minggu, 16-17 Maret 2019 akan diselenggarakan Rapid Chess Festival YMCC Cup 2. Kegiatan ini melibatkan pertandingan catur untuk umum dan pelajar.

Tiga ratus tiga puluh (330) peserta bertanding dan memperebutkan total hadiah 51 juta, naik dua kali lipat dibandingkan nilai hadiah tahun sebelumnya.

Para peserta terbagi dalam kelompok usia SD, SMP/SMA dan terbuka. Peserta datang dari berbagai kota di Indonesia, seperti Jakarta, Bandung, Cilacap, Surabaya, Kalimantan Selatan, Aceh, dll. 

Para pecatur bergelar National Master (NM), FIDE Master (FM), International Master (IM), dan Grandmaster (GM) juga akan memeriahkan kegiatan ini. Beberapa peserta diantaranya adalah: GM Susanto Megaranto, GM Cerdas Barus, WFM Christine Elizabeth, WFM Ummi Fisabilillah. 

Pemenang YMCC CUP 2 Juara YMCC CUP 2 kategori Open/Umum:
  • Juara 1: GM Susanto Megaranto
  • Juara 2: FM Arif Abdul Hafiz
  • Juara 3: IM Irwanto Sadikin
Juara YMCC CUP 2 kategori Non Master
  • Juara 1: Agus Saefudin
  • Juara 2: Yansen Kawatu
  • Juara 3: Asep Swanda
Juara YMCC CUP 2 untuk kategori SMP/SMA
  • Juara 1: AN Akbar
  • Juara 2: Stevanky (YMCC)
  • Juara 3: Yeremia Gerry

Juara YMCC CUP 2 kategori SMP/SMA (putri)

  • Juara 1: Laysa Latifah
  • Juara 2: Cecilia Livi
  • Juara 3: Zata Dirayati

Juara YMCC CUP 2 kategori SD

  • Juara 1: Galang Aditya Wardana (Cicacap)
  • Juara 2: Ray Mc Lung (Bandung)
  • Juara 3: Morado Simanjuntak

Juara YMCC CUP 2 kategori SD (Putri)

  • Juara 1: Aura Cahyati Alifan
  • Juara 2: Neyla Felicia
  • Juara 3: Arfa Rafifa Abidin (YMCC)

Juara YMCC CUP 2 kategori SD kelas 1-3

  • Juara 1: Steven Tan (YMCC)
  • Juara 2: Darren Tan
  • Juara 3: Imanuel Martogi Panjaitan

Best YMCC: MP Handaru Juan. 

Tentang YMCC

RAPID CHESS FESTIVAL YMCC CUP 2 diselenggarakan oleh Yunior Mandiri Chess Club (YMCC) yang merupakan wadah bagi anak-anak Bogor dan sekitarnya untuk meningkatkan kemampuan bermain catur. 

YMCC diinisiasi oleh orangtua atlet catur yunior dan komunitas pecinta catur yang merasa tergerak untuk melakukan pembinaan secara intensif pada atlit-atlit yunior agar dapat mengembangkan bakat kreasi dan prestasi catur mereka di tingkat nasional maupun internasional. RAPID CHESS FESTIVAL – YMCC CUP saat ini merupakan ajang kedua yang diadakan setelah sebelumnya berlangsung pada tahun 2018 dan mendapat sambutan luas dari komunitas catur nasional. 

YMCC secara berkala mengadakan liga catur untuk mengasah kemampuan catur anak-anak.

Informasi tentang YMCC: https://www.facebook.com/groups/319691125102304/

The post Turnamen Catur Cepat YMCC CUP 2 di Bogor, Ajang Kompetisi dan Pembinaan Catur appeared first on Rumah Inspirasi.

Read Full Article
  • Show original
  • .
  • Share
  • .
  • Favorite
  • .
  • Email
  • .
  • Add Tags 

Minggu, 10 Februari 2019, diadakan pelatihan catur tematik dengan judul “Workshop Catur French Defense varian Winawer”. Pelatihan catur ini diselenggarakan oleh Jayakarta Muda Chess Club di Wisma Catur, KONI DKI, Jl Cempaka Putih.

Workshop Catur Pembukaan/Pembelaan Perancis

Workshop catur ”French Defense varian Winawer” dipimpin oleh instruktur catur nasional: Drs. H. Hendry Jamal, FM Syarif Mahmud, IM Dede Liu, WIM Upi Darmayana, dan MN Syaiful Hidayat.

Acara dimulai pukul 13.00-17.00 WIB dan diikuti oleh para pecatur junior maupun senior.

Dalam workshop ini, pak Hendry Jamal membahaskan konsep dasar, varian serta sampel-sampel pertandingan grandmaster yang menggunakan pembukaan dan pembelaan Perancis, khususnya varian Winawer.

The post Workshop Catur: French Defense di Jayakarta Muda Chess Club appeared first on Rumah Inspirasi.

Read Full Article
  • Show original
  • .
  • Share
  • .
  • Favorite
  • .
  • Email
  • .
  • Add Tags 

Karena jadwal yang sangat padat pada bulan Desember, kami baru sempat melakukan refleksi bersama saat tahun baru.

Perjalanan Homeschooling Duta

Sejak pertengahan Desember, jadwal Duta (10 tahun) padat dengan pertandingan catur & basket. Diawali dengan pertandingan basket di Mangga Dua Square tanggal 15 Desember, Duta berhasil menjadi juara pertama Grand Final Liga Catur Pelajar.

Tanggal 16 Desember, Duta terbang bersama tim basket Rockstar Blitz ke Semarang untuk mengikuti turnamen basket yang diselenggarakan oleh Klub Sehati, Semarang. Pertandingan berjalan setiap hari mulai tanggal 17 hingga 20 Desember. Dalam turnamen ini, klub Rockstar Blitz berhasil menjadi juara pertama untuk kelompok umur 10 tahun.

Dari Semarang, kami langsung meluncur ke Salatiga untuk mengikuti turnamen catur piala Ketua DPRD Salatiga. Di turnamen yang berlangsung 2 hari ini, Duta hanya meraih 4 poin dari 7 babak pertandingan.

Usai istirahat sehari, Duta langsung menjadi anggota tim Jayakarta Muda B untuk mengikuti turnamen catur beregu dan mengikuti pertandingan catur standar setiap malam selama 3 hari, mulai tanggal 25-28 Desember. Menutup tahun, Duta mengikuti turnamen catur Bhinneka Tunggal Ika dan meraih 6 poin dari 8 babak pertandingan.

Tahun 2018 memang menjadi lompatan Duta dalam bermain catur yang dimulai momentumnya saat Duta berhasil menjadi juara pada Kejurda Catur DKI Jakarta untuk KU-11, dikirim ke Kejurnas Catur di Aceh, dan menjuarai beberapa turnamen catur.

Tahun 2018 juga menandai proses Duta terdaftar di PKBM. Saat ini Duta terdaftar di jenjang kelas 4 pada PKBM Piwulang Becik, Salatiga bersama 2 sahabatnya, Izzan dan Ali.

Perjalanan Homeschooling Tata


Milestone penting Tata (14) pada tahun 2018 adalah berhasil membuat produk kartu CritaCrita. Ini adalah sebuah proses panjang yang memakan waktu berbulan-bulan. Produk berisi kartu untuk stimulasi kreativitas dan keterampilan bercerita ini bisa diperoleh di Tokopedia dan Shopee.

Selain itu, Tata mengalami perkembangan yang sangat pesat di tahun ini. Sebagai anggota baru redaksi Oase Media, Tata mendapat penghargaan dan dinobatkan sebagai redaksi dengan perkembangan paling progresif. Bahkan, akhir term ketiga Tata berhasil menjadi Top Global redaksi Oase Media.

Dari sisi materi belajar, Tata sudah menyelesaikan materi belajar kelas 7. Bahkan untuk matematika Tata sudah menyelesaikan materi belajar kelas 8 di IXL Math.

Yang membahagiakan dari proses Tata adalah peningkatan kepercayaan diri dan rasa nyaman dengan dirinya sendiri. Ini hal yang sangat penting bagi kami, jauh lebih penting dari prestasi-prestasi akademis. Kenyamanan diri dan kepercayaan diri Tata membuatnya lebih santai dan bahagia menjalani kesehariannya.

Perjalanan Homeschooling Yudhis


Yudhis (17 tahun) memiliki beberapa milestone penting selama perjalanan homeschooling di tahun 2018.

Dari sisi pendidikan, milestone terpenting Yudhis adalah dia memilih untuk mencoba kuliah. Itu berarti, Yudhis berkomitmen untuk Ujian Paket C dan menyiapkan diri menjalani persiapan SBMPTN. Semua jadwal dan kegiatan Yudhis sangat dipengaruhi oleh keputusan ini. Termasuk, Yudhis memutuskan untuk mengikuti bimbingan belajar sebagai caranya untuk mempersiapkan SBMPTN 2019.

“Aku selama ini selalu berada di luar sistem. Aku ingin mencoba melihat sistem dari dalam,” itu alasan Yudhis kuliah sebagai anak homeschooling yang tak pernah bersekolah sejak lahir. Alasan keduanya, “Aku mau cari jaringan pertemanan. Kalau hanya ilmu, mungkin di Internet banyak. Tapi kalau jaringan pertemanan, kayaknya aku perlu ketemuan dan berinteraksi langsung.”

Di tahun 2018, Yudhis membuat 2 milestone profesional. Yang pertama dia diterima magang berbayar sebagai Data Scientist di sebuah perusahaan joint-venture Indonesia-Jepang. Yang kedua Yudhis berhasil mendapatkan proyek pertama membuat website perusahaan dan dibayar dengan layak.

Menutup tahun 2018, Yudhis memimpin teman-temannya homeschooling dengan menjadi ketua panitia OFEST (OASE Festival) yang mengadakan kegiatan seminar, pameran, pentas seni, dan petualangan tentang homescholing.

The post Refleksi Homeschooling 2018 appeared first on Rumah Inspirasi.

Read Full Article
  • Show original
  • .
  • Share
  • .
  • Favorite
  • .
  • Email
  • .
  • Add Tags 

Bertempat di GOR Sahabat Semarang, pada 16-21 Desember 2018 diselenggarakan Kejuaraan Nasional Bola Basket Antar Sekolah Basket dan Klub Basket se-Indonesia.

Klub basket yang diikuti Duta, Rockstar Blitz, menjadi salah satu klub yang mengikuti kompetisi ini.

Turnamen yang Dinanti

Turnamen basket ini merupakan kegiatan yang dinanti-nanti Duta. Sejak pertengahan tahun, Duta sudah menyatakan bahwa dia mau ikut turnamen basket di luar kota.

Pada waktu itu belum ditetapkan kota yang menuju tujuan turnamen. Pilihannya adalah Cirebon, Surabaya, dan Semarang. Akhirnya, tim Rockstar Blitz memilih untuk mengikuti turnamen di Surabaya dan Semarang. Anggota tim ada yang berangkat ke Surabaya dan ada yang ke Semarang, tetapi ada juga yang ikut dua-duanya.

Berdasarkan pertimbangan biaya, Duta hanya mengikuti turnamen basket yang ke Semarang. Biaya perjalanan untuk mengikuti turnamen basket itu lumayan besar untuk ukuran kantong keluarga kami. Kami sempat mengalami drama karena yang membuat bujet keberangkatan hanya cukup untuk Duta sendirian. Syukurlah, pada akhirnya kami bisa menyusul menemani Duta mengikuti turnamen basket.

Rockstar Blitz menjadi Juara Pertama

Turnamen basket sehati ini sangat kompetitif karena diikuti oleh klub-klub yang sudah lama melakukan pengkaderan atlet basket.

Setelah melakukan pertandingan setiap hari selama 5 hari berturut-turut, akhirnya Rockstar Blitz KU-10 berhasil masuk final dan berhadapan dengan tim kuat CLS Surabaya. Di babak final, Rockstar Blitz berhasil mengalahkan CLS Surabaya.

Sementara itu, pada usia KU-12 putra, tim Rockstar Blitz juga berhadapan dengan CLS Surabaya. Setelah sempat unggul 3 quarter, Rockstar Blitz kalah secara dramatis karena disusul di 30 detik terakhir dan pertandingan dimenangkan oleh CLS Surabaya.

The post Kompetisi Basket Invitasi Sehati 2018 appeared first on Rumah Inspirasi.

Read Full Article
  • Show original
  • .
  • Share
  • .
  • Favorite
  • .
  • Email
  • .
  • Add Tags 

Bertempat di Mangga Dua Square, pada hari Sabtu, 15 Desember 2018, diselenggarakan turnamen catur pelajar. Turnamen ini merupakan puncak dari liga catur pelajar yang diadakan setiap 3 bulan oleh SCUA (Sekolah Catur Utut Adianto) cabang Mangga Dua Square.

Pertandingan diikuti 56 anak SD dari Jabodetabek dan beberapa kota lainnya. Ada peserta dari Bandung, Jawa Tengah, dan lainnya.

Menjadi Juara Pertama

Turnamen catur pelajar ini diselenggarakan dalam 6 babak. Dalam turnamen catur ini, Duta berhasil mendapatkan 6 poin sempurna karena menang dalam seluruh pertandingan yang diikutinya.

Prestasi ini merupakan kejutan. Kami tak mengira Duta bisa menyelesaikan seluruh pertandingannya dengan kemenangan.

Ini milestone proses Duta belajar catur dan merupakan prestasi tertinggi setelah menjadi juara pertama catur dalam Kejurda DKI Jakarta untuk KU 11.

The post Grand Final Catur Pelajar SCUA Mangga Dua Square appeared first on Rumah Inspirasi.

Read Full Article
  • Show original
  • .
  • Share
  • .
  • Favorite
  • .
  • Email
  • .
  • Add Tags 

Kamis, 25 Oktober 2018, SMPK Penabur, Cipinang Indah kembali mengadakan kompetisi catur pelajar. Ada 2 kelompok yang dilombakan yaitu tingkat SD dan SMP.

Kebetulan, lokasi SMPK Penabur ini sangat dekat dengan rumah kami. Jadilah Duta (Satria Duta Cahaya) mendaftar untuk tingkat SD.

Sebelum mendaftar, kemarin kami sempat bingung karena ada syarat surat keterangan dari Kepala Sekolah. Padalah Duta homeschooling. Jadilah akhirnya kami meminta surat keterangan dari PKBM tempat Duta terdaftar. Walaupun, setelah memegang surat keterangan, ternyata guru Penabur yang mengurus pendaftaran tidak memintanya dan langsung mengerti saat menyebutkan asal sekolah Duta adalah homeschooling.

Jumpa Teman-teman Lama

Dalam kompetisi Catur Pelajar BPK Penabur ini, Duta bertemu teman-teman yang sudah sering ditemuinya saat berlaga catur. Mereka sebaya dan biasa menjadi sparring saat lomba di manapun.

Pada babak pertama, Duta bertemu dengan Jefferson yang sempat dihadapinya saat final Kejurda Catur DKI Jaya. Kali ini Duta berhasil mengatasi dan berhasil menang melawan Jefferson.

Di babak kedua, Duta harus berhadapan dengan Claudio Nasama yang meraih medali perak dalam Kejurnas Catur 2018 untuk KU-11 di Aceh. Di atas kertas, Duta kalah pengalaman dan kalah kemampuan. Tapi di luar perkiraan, Duta berhasil menang karena Claudio kehabisan waktu.

Di babak ketiga, Duta harus menghadapi Morado Simanjuntak. Walaupun sering bermain santai di luar pertandingan, dalam pertandingan resmi Duta belum pernah mengalahkan Morado. Tapi hari itu kelihatannya Morado agak kurang fit. Duta berhasil memaksa Morado menyerah dan memenangi pertandingan.

Di babak keempat, Duta menghadap Reynard, lawan tangguh yang sering menang dalam berbagai kejuaraan, tapi belum pernah sekalipun menjadi lawan tanding Duta. Dalam pertandingan kali ini, ternyata Duta berhasil menang.

Babak kelima, sekaligus babak terakhir, Duta harus berhadapan dengan Miracle Girsang, teman lama Duta juga dalam pertandingan catur. Secara mengejutkan, Duta berhasil menang melawan Miracle sehingga memperoleh angka 5 sempurna dari 5 kemenangan selama pertandingan. Dengan kemenangan itu, Duta berhasil menjadi juara pertama untuk tingkat SD.

Ini betul-betul kejutan yang tak kami duga.

Piala Kejuaraan Catur Pelajar Penabur

Biasanya, hadiah untuk pemenang langsung dibagikan usai pertandingan, tapi kali ini berbeda. Pertandingan diadakan hari Kamis, sementara pembagian hadiah dilakukan hari Sabtu sore.

Karena kami harus keluar kota untuk sebuah urusan, Duta pergi mengambil hadiah ditemani kakaknya, Tata.
Wah, ternyata pialanya besar sekali. Sebagai pemenang pertama, Duta juga mendapatkan hadiah uang Rp 500 ribu yang langsung dimasukkan Duta ke dalam tabungannya.

The post Duta Juara Catur Pelajar SMPK Penabur appeared first on Rumah Inspirasi.

Read Full Article
  • Show original
  • .
  • Share
  • .
  • Favorite
  • .
  • Email
  • .
  • Add Tags 

Aku sedang duduk di tribun ketika melihat Duta berlari ke arahku dengan berurai air mata. Hari ini adalah hari ke-2 Kejurnas Catur 2018 yang diselenggarakan di Hall Serbaguna, Kompleks Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, Banda Aceh.

Ow ow dia kalah, pikirku.

Pandanganku langsung terarah ke bawah, meja tempat Duta sebelumnya bertanding. Aku lihat wasitnya berteriak-teriak ke arah pintu keluar, pasti Duta yang dia panggil.

Aduh apa ini?

“Bu…” kata Duta dengan mata berkaca-kaca.
“Duta, kamu dicari wasit. Sana kembali ke meja!” seruku. Walaupun sebenarnya aku ingin langsung memeluknya, tapi aku menguatkan diri untuk menyuruh Duta kembali menyelesaikan urusannya di meja tanding.

Duta kemudian lari kembali ke meja tanding. Dari tribun aku melihat wasit mengatakan sesuatu ke Duta lalu Duta berlari lagi ke arahku dan langsung sesenggukan di pangkuanku.

Oh no, ada apa ini?

Aku tahu, Duta pasti kalah. Tapi mengapa sampai seperti ini?

Kalah menang dalam pertandingan itu biasa. Kemarin di babak ke-2, Duta juga kalah melawan Adrian dari Sumatera Selatan.

Tapi waktu itu reaksinya biasa-biasa saja. Padahal aku lihat sengit sekali pertandingannya. Duta kalah di langkah ke 82 dengan posisi raja sendirian melawan dua bidak dan berharap remis. Tapi ternyata dia tetap kalah.

Saat itu aku sudah mengantisipasi Duta akan menangis meraung-raung karena terasa sekali ketegangan saat pertandingan. Ternyata begitu kalah Duta biasa-biasa saja. Sedih tentu, tapi tidak menangis. Mungkin Duta sudah cukup merasa habis-habisan, jadi kalau kalah ya tidak apa-apa.

“Sssh Duta, jangan kelamaan nangisnya. Ibu ngerti Duta sedih”
“Ibu nggak ngerti!!” ujar Duta kesal
“Ok, ok, ibu nggak terlalu ngerti sedihnya apa. Tapi ibu bisa merasakan kesedihan Duta.”
“Duta nggak sedih. Duta kesal!”
Aduh salah lagi.

Terus terang ini adalah pengalaman pertamaku menemani tanding Duta yang penuh perasaan seperti ini. Biasanya mas Aar yang selalu menemani Duta. Aku tidak tahu harus berkata apa untuk menenangkan hatinya. Aku tawari minum, Duta menolak. Aku ajak tarik napas, Duta semakin marah. Akhirnya aku hanya memeluknya

Aku tak tahu apa yang terjadi di babak 3 ini, mengapa Duta sampai meraung-raung dan menghentakkan kakinya berkali-kali.

Antara sedih dan bingung aku memeluknya berusaha menenangkan tangisannya yang tak kunjung reda.

“Duta mau kembali ke Asrama?”
“Iya….”
“Ok ibu pesan Gocar kalau Duta sudah berhenti nangis.”

Teb… nangisnya langsung berhenti. Dengan nafas tersengal Duta memandangku dan bertanya “Duta boleh nonton?”
“Boleh, 15 menit ya”
“Yaa.. satu jam,” Duta mencoba melakukan negosiasi.
“Ya sudah 30 menit,” aku memberikan sebagian kelapangan buatnya.
“Oke”

Dan tawa pun mengembang di wajah Duta.

***

Merefleksikan Kekalahan

Kami kemudian kembali berpelukan sampai nafas Duta lebih tenang. Pada sat bersamaan, ada orangtua yang melihat peristiwa kami dan berkomentar “Itu pasti partainya menang, tapi dia kalah.”

“Iyaaaaa,” jerit Duta tiba-tiba. Nafasnya yang sudah mulai tenang terguncang lagi. “Harusnya aku menang. Menang banget. Tapi aku salah langkah.”

Terus Duta menangis sesenggukkan lagi. Yaaah…

Dari mendengar cerita para orangtua, aku baru tahu bahwa kalah tanding ketika kita dalam posisi lebih baik itu sakitnya sakiiiit banget. Kita seharusnya menang, tapi melakukan blunder salah langkah sehingga berbalik menjadi kekalahan.

Pak Syaiful Hidayat (pelatih catur dari KONI Jakarta) bahkan berkomentar bahwa anak menangis karena salah langkah padahal partainya menang itu tanda baik. Yang bahaya justru kalau anak diam saja tidak merasa bersalah ketika dia kalah padahal seharusnya dia menang

“Bagus itu bu kalau dia sampai nangis. Makin kenceng nangisnya, makin bener, makin berasa bersalah makin baik perkembangannya,” kata pak Syaiful. “Saya saja waktu itu pernah mengalami kekalahan seperti Duta tad itu pulangnya nggak pulang ke rumah. Padahal saya sudah dewasa. Saya nongkrong dulu di Kampung Melayu cari lawan sampai jam 4 pagi, biar puas, sampai marahnya hilang. Orangtua saya aja yang khawatir, hahaha”

“Makanya, bu..” kata pak Syaiful lagi “Saya selalu bilang sama Duta. Begitu partaimu menang. Pelankan mainnya. Jangan karena merasa akan menang lalu buru-buru. Kalau tiba-tba lawan bergerak ke arah yang tidak kamu perkirakan, kondisi bisa berbalik. Kalah kamu! Jadi biar saja bu, biar Duta belajar dari kekalahannya”

Hmm.. begitu yaa… semoga Duta bisa belajar dari kesalahannya di babak ke-3 ini.

***

Cerita Laundry dan Makanan

Singkat cerita, kami kembali ke asrama usai kekalahan di babak ke-3. Di Asrama, Duta aku berikan waktu main game setengah jam dan nonton setengah jam di iPad.

Sementara itu, aku keluar sebentar untuk mencari tempat laundry. Ternyata dari dua laundry yg aku datangi, keduanya tidak menerima cucian baju dalam. Waah alamat mencuci sendiri. Biaya laundry cukup normal, antara 6000-7000/kg untuk reguler (3 hari) dan 10.000/kg untuk ekspress (1 hari).

Makan siang hari kedua ini lumayan ramah untuk Duta. Ibu penyedia katering bahkan memberikan ikan yang belum diberi cabai supaya anak-anak tidak kepedesan.

Duta juga bisa menikmatimakan siang. Walau wajahnya masih sedih, Duta makan cukup banyak. Aku sendiri menikmati sayur Pliu, sayur khas Aceh yang dibuat dari kelapa Pliu kering dengan aneka sayur campur di dalamnya seperti kacang panjang, melinjo, pepaya muda, dll. Bentuknya mirip sayur lodeh kalau di Jawa, tapi rasanya beda, lebih gurih dan sayurnya lebih empuk lagi.

Membahas tentangl makanan, salah satu kekhawatiran aku dan mas Aar dalam perjalanan ini adalah seberapa mudah Duta beradaptasi dengan makanan baru di Aceh. Duta tidak suka pedas sama sekali. Walau sudah berulang kali kami latih dia untuk bisa makan pedas, tetap Duta menolak.

Seperti ceritaku tentang nasi goreng pedas yang menjadi menu sarapan hari pertama di posting sebelumnya, makan siang di hari itu juga warna lauknya merah semua pertanda pedas dan tidak bisa dimakan Duta.

Untungnya di dekat stadion ada KFC. Aku, Duta, Steven Tan beserta papa Steven akhirnya naik Gocar berburu ayam racikan Kolonel Sanders itu. Sesuai perkiraanku, Duta makan banyak sekali, seperti membayar rasa laparnya kemarin malam dan tadi pagi.

Kemarin malam, aku memutuskan untuk mentraktir Duta makan burger untuk meningkatkan semangat tandingnya. Kebetulan aku menemukan di Google sebuah tempat makan yang kelihatannya cukup menarik dengan rating baik yang berjarak hanya 1,4 km dari asrama haji tempat kami menginap.

Nama restorannya Bite & Co. Ternyata benar, Bite & Co tempatnya hangat dan Instagrammable walau letaknya di pinggir jalan. Burgernya juga terlihat enak.

Duta memesan Barbeque Beef Cheese, sedangkan aku memesan burger original. Setelah makanan tersaji, aku lihat burger milik Duta lebih juicy daripada punyaku, mungkin efek dari saus barbequenya. Lain kali kalau ke tempat itu lagi, rasanya aku ingin mencoba Ultimate Barbeque yang katanya terdiri dari dua lapis daging sapi tebal dengan saus barbeque yang nikmat.

 

Hmm, memikirkannya saja sudah membuatku lapar.

***

 

 Lompatan Keberanian Membangun Percakapan

Yang mengejutkan buatku saat makan bersama Duta di Bite & Co adalah inisiatif Duta. Tiba-tiba dia mendekat ke arah tempat menyiapkan makanan dan mengobrol bersama pelayannya. Ini sebuah hal yang BARU pertama kali dilakukan Duta. Dia hampir tidak pernah pergi ke “dapur” sebuah tempat makan, apalagi mengajak ngobrol pelayannya.

“Namanya siapa, Dik”
“Duta.”
“Kelas berapa?”
“Kelas empat”
“Sekolah di mana?”
“Homeschooling.”
“Emang ada homeschooling di Banda Aceh?”

Jiaaaah… sepenggal percakapan ini membuat emak gatel pengen ikutan ngobrol. Tapi kubiarkan saja Duta menjelaskan sendiri tentang homeschooling walau agak berbelit (dan aku nggak yakin juga mas-masnya ngerti penjelasan Duta, hehehe.. biarin deh ah). Karena buatku proses ini penting buatnya.

Kejurnas Catur yang sedang diikuti Duta saat ini, apapun hasilnya adalah kemenangan buat Duta. Menang atau kalah adalah lompatan proses perkembangan Duta.

Dengan pengalaman terbang ke Banda Aceh dan mengikuti Kejurnas Catur, Duta menjadi lebih berani dan lebih baik kemampuan komunikasinya. Walau senyumnya masih malu-malu dan sering melirik padaku saat menjawab pertanyaan dari orang, tapi kalimatnya mulai panjang dan lebih bisa dimengerti oleh lawan bicaranya.

***

Pernak-pernik Hari Kedua

Hari kedua ini proses persiapan dan pertandingan berjalan lancar dan tepat waktu. Bis penjemput datang tepat waktu. Pukul 7 pagi kami sudah berangkat ke stadion. Pertandingan juga dimulai tepat jam 8 seperti direncanakan.

Pagi ini, aku menyempatkan membeli kopi Arabica Gayo yang dijual di depan tempat pertandingan. Walau dalam tenda sederhana, kopinya sudah disajikan dengan mesin dan rasanya tak kalah dengan kopi di cafe mahal. Secangkir cappucino di tenda ini dijual dengan harga Rp 13 ribu.

Aku juga berjumpa dengan mbak April yang menyempatkan untuk hadir ke Stadion pagi ini. Kami pernah bertemu dulu di tahun 2011 saat Klub Oase berkunjung ke Salatiga. Saat itu mbak April sedang magang di Lebah Putih ketika Klub Oase sharing tentang homeschooling di sana.

Saat ini mbak April kembali tinggal di Aceh bersama suaminya dengan anaknya yang berusia 6 tahun. Sayang kami tidak sempat ngobrol banyak karena mbak April datang bertepatan dengan peristiwa Duta yang meraung-raung pagi tadi.

Hari ini pertandingan memasuki babak ke-3 dan ke-4.

Setelah drama kekalahan di babak ke-3, Duta berhasil menenangkan diri dan memetik kemenangan di babak ke-4 dengan mengalahkan Danzel Yap dari Riau.

Betul-betul hari yang seru bersama Duta…

The post Kejurnas Hari ke-2: Drama Kekalahan Catur appeared first on Rumah Inspirasi.

Read Full Article

Read for later

Articles marked as Favorite are saved for later viewing.
close
  • Show original
  • .
  • Share
  • .
  • Favorite
  • .
  • Email
  • .
  • Add Tags 

Separate tags by commas
To access this feature, please upgrade your account.
Start your free month
Free Preview