Loading...

Follow Indonesia Montessori on Feedspot

Continue with Google
Continue with Facebook
or

Valid
Minal Aidin Wal Faizin untuk semua IMC Mommies , Daddies and Kids…wish you all a blessed Idul Fitri this moment…

Semoga liburan ini membawa berkah yaaaa dan jangan lupa ikutan seru-seruan bareng @indonesiamontessori @montessoridirumah @imclittlescientist masih bisa ikutan dan upload sampai 30 Juni loh!!! untuk detilnya bisa di baca di @indonesiamontessori ya!

Nah, I am so excited to share more than 30 pages FREE #IMCPrintable tracing Hijaiyah especially for IMC Kids!!!! hope you love it as much as we do! 

IMC-PRINTABLE-RAMADAN-2019-FA –> klik di sini untuk unduh, misalkan nanti keluar kotak untuk memasukkan e-mail, masukan e-mail Mommies (kalau sudah pernah tidak usah) dan lalu klik xclose lalu klik link IMC-PRINTABLE-RAMADAN-2019-FA di atas lagi ya dan pasti akan keluar Free #IMCPrintable kali ini!!! hope you find this fun and useful

Kalau masih bingung bisa cek cara unduh Printable IMC di link ini : KLIK DI SINI UNTUK STEP BY STEP UNDUH IMC PRINTABLE YAAA!!

Dan untuk kumpulan Free #IMCPrintable Idul Fitri lainnya bisa di klik dan di download gratis di link di bawah :

IMC Printable Kartu Nomenklatur Hijaiyah Untuk Anak

IMC Printable Aneka Kegiatan Idul Fitri Untuk Anak

Ide Kegiatan Prakarya Lebaran

IMC Printable Nomenklatur Montessori Serba Serbi Hari Raya

Read Full Article
  • Show original
  • .
  • Share
  • .
  • Favorite
  • .
  • Email
  • .
  • Add Tags 

Happy Mother’s Day Secret Message Science Experiment @montessoridirumah 

Bahan yang diperlukan:

Lemon

Air

Cotton bud

Kertas

Lampu/Setrika/Lilin

Substitusi untuk lemon : jus jeruk, susu, perasan jus onion, cuka.

Langkah-langkah:

1.Siapkan cairan rahasia, kali ini C1 menggunakan perasan lemon yang dicampur air.

2. Dengan menggunakan cotton bud, tulislah pesan rahasia anda di kertas putih.

3. Tunggu sampai jus lemon kering sampai betul tidak terlihat lagi di kertas.

4. Anda dapat melihatnya dibawah lampu baca, di dekat lilin ataupun dengan menyetrika kertas.

Untuk kegiatan ini, lakukanlah bersama anak dengan supervisi.

Apa yang terjadi yah @imclittlescientist ?

Perasan jus lemon mengalami proses oksidasi dan berubah menjadi kecoklatan saat terkena panas. Perasan lemon yang dicampur air membuat cairan lemon sulit terlihat oleh mata saat anda menulis di kertas sampai akhirnya kertas di panaskan. Yuk di coba! 

Hayo tebak apa isi surat rahasia C1 kali ini? Happy Mother’s Day all IMC Mommies!!! 

Read Full Article
  • Show original
  • .
  • Share
  • .
  • Favorite
  • .
  • Email
  • .
  • Add Tags 
Indonesia Montessori by Elvina Lim Kusumo - 1M ago

Hip Hip Hoorayy!!! Baby C2 is now ONE!

cepat sekali rasanya baru saja kemarin saya mendapat positif di hasil tes kehamilan, eh sekarang sudah satu tahun. Rasanya baru kemarin C2 lahir, eh sekarang sudah berjalan ke sana kemari sendirian dan juga suka ngobrol hehehe… anyhow flash back mengingat ketika bersama C1 dulu, usia 1 tahun menandakan bahwa things indeed got easier… there is HOPE moms!!! hang on there. Slowly, our life is back….sudah lebih terbiasa berpegian bersama C1C2 bisa kalau maximal setengah hari saja meski bawaanya kayak mau pindahan tapi udah manageable…C2 sudah lebih terbiasa menunggu C1 saat C1 perlu co-ops ataupun kegiatan lainnya….padahal kegiatan C1 itu biasanya 2-4 jam loh…panjang-panjang ya kelasnya..tapi mungkin karena sudah terbiasa C2 malah menganggap itu ajang jalan-jalan hahaha….saya biasanya menggunakan kesempatan ini untuk justru ONE on ONE dengan C2 saja.

Kalau dari pagi biasanya C1 selalu ada di dekat C2 bahkan read aloud pun C2 ikutan mendengarkan karya-karya C.S.Lewis , Tolkien, dll hahahaa gapapa deh ya yang penting C2 juga senang…yah mungkin karena terbiasa. Ia pun selalu inclined untuk membuka-buka semua buku C1 termasuk tumpukan chapter books C1….dan sudah bisa mengambil buku dari rak yang ingin ia minta kami bacakan. Seruuu!!! selain itu, saya ingat sekali kurang lebih saat C1 berusia C2 sekarang, kami pindahan dari PA ke CA …sibuk dong ya pastinya? tapi somehow it was very manageable loh..karena pada usia ini mereka bisa main-main dan asik sendiri kalau ketemu serunya…. C2 sedang suka membuka tutup dan juga memasukkan benda-benda ke tas ataupun container dan ketika ia sukai, ia akan mengulang-ulang kegiatan ini. Sehingga kemana-mana saya bawa tas kecil berisi pom-pom untuk C2 keluar masukkan hahaha dan juga stickers!!! karena C2 mulai suka menempel-nempel sticker atau sekedar mengelupas stikernya saja hahahaha…I love this stage VERY MUCH! I love it because they understand almost menurut saya 70% apa yang kita katakan, sudah dapat dimintai tolong dan dapat berkomunikasi dengan jelas serta mengutarakan keinginannya.

Di pagi hari kalau C2 yang bangun duluan, kita suka mendapati ia sedang “bangunin C1” ia akan memanggil-manggil ”Keiiii keiii Keiii!!!!” kalau tidak bangun juga ia akan menempel-nempelkan kepalanya ke C1 hahahaha…lalu mereka ngobrol dan main berdua dan saya pura-pura masih tidur (HOHOHOHOHOHO).

C2’s first theatre experience

Beberapa tips untuk adil dan bagi waktu antara #homeschoolwithIMC C1 dan C2 :

  1. Saya percaya sekali bahwa usia 0-6 tahun pertama dalam kehidupan seorang anak adalah masa-masa yang paling paling paling paling 100000x penting untuk meletakan dasar-dasar attachment, merasa diri dicintai apa adanya, dapat eksplorasi bebas dan juga masa absorbent mind dimana ia akan menyerap segala sesuatu yang dikenalkan dengan mudahnya. Dengan selalu mengingat hal ini, ini memotivasi saya untuk memanage waktu dengan keduanya secara adil. Di mata saya C1itu sudah usia 6 tahun, kebanyakan #homeschoolwithIMC ia bisa lakukan dengan minimal supervisi….selain itu banyak hal yang sudah ia dapat lakukan sendiri kan seperti mandi, menyiapkan makanan, membuat projek, dll. Sedangkan C2 ini baru saja berkenalan dan ingin sekali eksplorasi, ia ingin sekali bisa ini itu seperti C1….motivasi ini yang membuat saya bertekad. Apapun yang saya lakukan bersama C1, akan saya lakukan lagi bersama C2. Karena saya percaya betul, just being near us…ga perlu dan ga wajib setiap hari ”formal diajarin ini itu” mereka juga akan absorb dan bisa sendiri without you know it!

2. Managing waktu, di pagi-pagi hari biasanya C1 akan #homeschoolwithIMC dulu dengan suami saya itu sekitar jam 7.30-8.30 pagi. Kalau C2 sudah bangun, pagi hari adalah waktu saya untuk full komunikasi one on one dengan C2, mengajak bicara , berbagi cerita, membacakan buku, melihat-lihat daun dan burung di bawah condo aja , ataupun memberi makan kura-kura peliharaan kami ataupun menyiram tanaman yang C1 tanam. Ketika C1 sudah selesai, suami saya berangkat, C1 akan sarapan dan bebas istirahat membaca buku . Momen ini saya gunakan untuk menyiapkan sarapan untuk C2 dan memandikan C2. Sekitar jam 9.30-10 saya akan kembali fokus ke C1, membantu scaffolding hal-hal yang ia sedang tertarik, hal-hal yang perlu ia pelajari dll. Biasanya kalau semua berjalan lancar jam 12 itu sudah selesai semua. Setelah makan siang, bebas membaca buku lagi, art project, science project atau apapun juga. Di sore hari biasanya kita pergi keluar untuk berbagai kegiatan. Di hari-hari dimana da Co-Ops homeschool biasanya kita akan berangkat pagi-pagi dan kalau begini biasanya pulangnya sore hehehehe jadi semua lunch sudah dibawa dari pagi deh!

3. Curi waktu sana sini, saya bersyukur tinggal di Singapura karena meskipun kami memutuskan tidak menggunakan nanny dan live-in maid (just by preferences) tapi kami dapat meminta bantuan a very handy helper who can come 2-3 times a week to help me. Meskipun hanya beberapa jam saja sudah sangat membantu sekali loh! so yes, di jam-jam ini juga saya biasanya menggunakan waktu untuk saya istirahat sekedar mini me-time, catch up with my friends , maskeran, dll. Saya percaya in order to take care of other people, you need to take care of yourself first. Saya biasanya meraskan nih, ketika mulai BT dan mau mendekati Mommy meltdown, saya musti slow down…withdraw myself lalu come back better!

4. Ketika C1 berkegiatan (dan mostly drop-off) karena C1 sudah berusia 6 tahun, saya biasanya menggunakan kesempatan one on one dengan C2. Saya biasanya akan membawa C2 ke taman terdekat, baca-baca buku, sekedar jalan-jalan melihat-lihat, atau mengajak ke grocery stores…banyak sekali ya yang dapat anda ceritakan ketika anda mengajak si kecil berjalan-jalan…mulai dari burung yang sedang terbang, buah-buahan di grocery, kendaraan dll. So yeah, saya merasa moment ini perlu dan penting!

5. Bukan hanya C1 saya yang memiliki kegiatan, C2 juga saya daftarkan ke kegiatan-kegiatan yang menurut saya baik untuk perkembanganya seperti kelas bayi pop-up, reggio baby class di mana kelas-kelas ini bersifat mommy and me dimana hanya saya dan C2 aja , C1 menunggu. Saya merasa momen ini juga berharga dimana saya bisa slow down, enjoy the baby class dimana C2 juga bebas eksplorasi dan bersosialiasi bersama bayi-bayi lain. We must make a time for C2. Selain itu, ke kelas-kelas Co-Ops Homeschool C1, saya selalu mengajak C2. Di kelas Co-ops, sudah biasa kalau ada mami-mami yang membawa 3-4 anak hahahaha salut sama mereka semua dan mereka juga biasanya membawa bayi, so saling mengerti kalau misalkan bayi-bayinya lariiii atau gimana gitu…tapi sebetulnya saya mengajak C2 bukan tanpa alasan. Di masa absorbent mind ini, C2 belajar berinteraksi, sebab akibat, melalui semua inderanya….meski ia belum fully dapat partisipasi dalam kegiatan Co-Ops C1, tapi I believe she absorbed! the conversation, the activities, the vibes!!! So , meskipun lebih “repot”‘ saya usahakan pas-pasin jadwal dengan C2 hehehe so C2 juga ikutan Co-Ops homeschool Sains dan Nature Walk! next week, kita akan pergi melihat lebah dan cara pembuatan madu, dan tentunya C2 akan ikut…kebayang ia akan menunjuk-nunjuk hahaahaha.

6. CHOOSE YOUR BATTLES.

Masak makanan untuk anak? of course I do! tapi masakan saya itu sangat sederhana hahahaa…dan diulang-ulang juga. Yang penting kan nutrisinya balance. Sebetulnya saya suka memasak, orang tua saya juga pernah bisnis restoran, dan nilai ujian tata boga saya 9. Tapi saya merasa waktu saya itu harus digunakan monetize, utilize semaksimal mungkin untuk hal-hal yang penting. Jadi salah satu cara saya (may work for others, may not juga) ya meal prep, seperti kaldu saya selalu sudah masak ahead dan simpan, saya juga mau meal prep kaldu collagen ahhh hahahaa kaldu tulang maksudnya yang nantinya akan mengandung gelatin. Selain itu kalau ada opsi membeli sayuran yang sudah dipotong saya akan beli. Memang kalau saya hitung cepat di kepala saya harganya akan lebih mahal, tapi saat ini, momen ini, waktu saya paling mahal. Mungkin nanti, ketika C2 sudah lebih besar dan bisa involve lebih banyak menggunakan kitchen helper, saya bisa reconsider other things.

BUT NOW, at this moment my priority is providing healthy nutrients, but not fancy…(so no decoration, kalau ada juga sangat simple ahahahha seperti blueberry untuk mata ahahahahahah you know it, just bananam blueberry dll…) Kalau ada yang pre-washed, sudah dipotong saya akan selalu beli itu. Jadi waktu saya menyiapkan makanan saya limit. So far so good and manageable, bahkan filet ikan juga sudah dipotong-potong cubed. So, yes ini mungkin area dimana saya korbankan hahaha penampilan dan taste masak memasak yang sebetulnya saya bisa kalau mau tapi, ya udahhhhh lahh nanti dulu aja hahahaha….saya mengerti kalau Moms justru ada yang hobinya masak, nah ini berarti berbeda dengan saya hehehe like I said kan setiap orang berbeda, ini area yang mungkin paling saya sederhanakan dalam hidup saya pada saat ini. pssst meskipun masakan saya mediocre tapi C1C2 tetap suka hahahahaa….kata C1 because Mommy prepared it with lots of LOVE…awwwww (lebay deh langsung).

So yeah, I am very thankful for the healthy, happy first one year, I am very thankful every night for these C1C2 who bring so much JOY into our life…

Bagi Mom yang ingin memiliki IMC peta kain Indonesia , bisa WhatsApp order ke : 081703829888 yaa!! 
Read Full Article
  • Show original
  • .
  • Share
  • .
  • Favorite
  • .
  • Email
  • .
  • Add Tags 

My peaceful moment…one Saturday morning with soft music, a cup of caramel latte, caramel candle…the smell of chicken broth and pasta and carrot and sweet potatoes soup for C1C2…just me, myself and my thoughts.

It is time to reflect and refresh….a stop button for myself to check back things that were happening in our family, in our daily homeschool days and so on. It is almost 3 months since we first started and no regret. There are days that are easy, magical and just pure fun….there are days that things are harder, tiring , and such. I learnt that along with my children, I will keep on learning, together…I learn that as educator we actually do not know all (of course!) and should not act like we do know all.

Ok, salah satu button yang menurut saya sangat challenging hehehe adalah saat anak menanyakan hal-hal yang kita sendiri sebagai orang dewasa tidak tahu jawabannya, belum mengerti ataupun tidak familier. Hal tersebut ditambah lagi kalau pertanyaannya banyak dan ditanyakan dimana-mana saat kita perlu juggle dengan hal lainnya. Flash back ke masa-masa saya berusia 6 tahun, did I have many questions? I do not remember…I know for sure I loved books….but I did not ask many questions back then in school…bahkan saya ragu untuk mengangkat tangan dan bertanya….itu yang saya ingat dari diri saya ketika berusia 6 tahun. Namun, ketika di rumah saya bisa bertanya banyak hal pada mami saya….memang mostly saya tidak bertanya tentang matematika, sains, teknologi, ataupun hal-hal lainnya…saya suka bertanya tentang overall kehidupan…dan saya ingat benar mami saya took time to chat with me almost every nights….to answer and to listen to my questions…my many questions.

Challenge saya sebagai homeschool educator adalah konsisten dengan dinamika yang sudah kami ciptakan dan actually encouraged semenjak anak-anak kami lahir…to tinker, to question, to reason, to think critically, to dig deeper …the freedom. Saya merasakan bahwa semua hal ini penting untuk anak-anak kami khususnya di masa sekarang, saya dan suami ingin anak-anak tumbuh menjadi individu yang kreatif dan bukan sekedar menelan mentah-mentah apapun yang di letakkan di hadapan mereka namun dapat mencerna dulu, melihatnya dengan pandangan lain, menyesuaikan dengan nilai-nilai kehidupan mereka. Masa di mana C1C2 nanti dewasa sangatlah berbeda dengan detik ini. Kami senang mendengarkan cerita dan juga ribuan pertanyaan dari anak-anak kami, it is encouraged in our family….just until one day…..

I am overwhelmed. haha mungkin itu kata-kata yang tepat untuk menggambarkan perasaan saya. One day, if my children read this, I hope they will understand my feelings. From the moment I opened my eyes until we fall asleep….there will be many many many questions….the bigger my child is…the more questions I can not answer….I love to hear my child telling me stories about things that he just read , I love to hear him said “This book is super!!!!” , “This experiment is soooo cooll!!!” and so on….but yeah sometimes I am overwhelmed by the tons of questions that I actually….do NOT know the answers.

Of course, I had been applying answers like “let’s find out together !” , ”let’s search it together and learn together.” But sometimes when the questions are actually toooooo many hahahahaha we will simply forget….I realize these triggered me. These triggered me to be insecure about my role and at the end it will affect other things. My favorite questions to answer (at least for me) are about my life, my childhood, my personality, my dreams, my weddings….haahahahaha I have no reservation to tell my children about these and I can go on for hours…..and I am glad my C1 enjoys asking these questions too…I feel by sharing about these, I can share part of me, part of my childhood, my own happy and sad experiences….

But questions about complicated stuffs (at least to me) like challenging math problems (I am not talking about basic Math but more like about logic + computational thinking math kinds of questions) puzzled me. I feel challenged myself.

My close friend told me that it might be a mental block from childhood that I even avoid those stuffs…oh well, maybe!!!! usually when these things happen, I started to feel a bit down…like how am I going to guide my children in these areas and so on, they move so fast and now even faster than me. Sometimes I flash back to when he was 2…those beautiful memories…just with flubby jelly, sensory bin, color, shapes and tons of farm, museums, story time, cooking and baking together…life was so simple and easy…hahahahaha

Then out of my frustrations I remember something…that I am just a facilitator… I may not have to understand everything…I am a supporter who help navigate, scaffold, encourage, nurture…..the seeds that God have given our family.

I help to remind myself that whenever I feel tensed because of the unknown…I will try to think that I can always improve, that we can use a different strategy, that it will take some time but there is always progress, that mistakes help us learn, that I on my 30s is able to re-learn, that I will actually learn from my children or my friend or others.

Read Full Article
  • Show original
  • .
  • Share
  • .
  • Favorite
  • .
  • Email
  • .
  • Add Tags 

Dear IMC Moms,
CONGRATS! Bagaimana sih perasaan Mom saat pertama kali mengetahui kalau anda mengandung? saat pertama kali saya tahu bahwa hasil tes kehamilan saya positif saya langsung heboh hehehe…salah satu hal yang saya lakukan adalah semakin menjaga kesehatan diri saya sendiri dengan makan-makanan yang sehat dan di saat saya sulit makan, saya akan selalu makan prenatal vitamin. Bagi saya saat pertama kali menjadi ibu saya merasakan suatu tanggung jawab baru dan amat besar dalam hidup saya. Hidup saya bukan lagi hanya untuk diri saya sendiri namun juga untuk keluarga saya. Berbagai hal saya dan suami baca dan riset mulai dari segi kesehatan, pernak pernik bayi yang perlu disiapkan, ruangan kamar dan rumah untuk bayi yang sehat, aman dan juga menyenangkan serta membaca dan banyak belajar tentang serba serbi mengurus bayi dan anak pada usia dini. Saya percaya semua ibu dan ayah ingin menyiapkan dan berusaha memberikan yang terbaik untuk sang buah hati. Salah satu hal yang kami sukai, percayai dan terapkan untuk C1 dan C2 adalah metode Montessori. Selain metode ini, kami juga mix n’match dengan berbagai metode, pandangan dan juga berbagai hal lain yang kami rasakan cocok dengan value, dinamika keluarga dan anak kami. Satu hal yang juga saya rasakan dan syukuri bahwa dengan menjadi Ibu, saya mengemban tugas dan tanggung jawab lebih sehingga membuat saya dan suami berada dalam satu tim kompak yang tidak akan berhenti belajar bahkan sampai kapanpun. Yuk , sama-sama mempersiapkan diri, belajar bersama dalam mempersiapkan motherhood journey IMC Moms!

“The first aim of the prepared environment is, as far as it is possible, to render the growing child independent of the adult. ”
Maria Montessori, The Secret of Childhood (267)

Yuk, ikutan IMC Challenge : My Motherhood Journey bersama IMC dan Nippon Paint Indonesia ! let’s celebrate motherhood by preparing and learning together.

Caranya bagaimana? 

*My Motherhood Journey Challenge diperuntukan untuk IMC moms yang sedang ”expecting” alias sedang mengandung. Baik yang first time mom ataupun sedang mengandung anak kedua, ketiga, keempat, dst silahkan…hehehehe

*Follow Instagram @indonesiamontessori & @nipponpaintindo

*Registrasi selambatnya 7 April 2019 dengan Repost banner challenge , ajak 5 teman Mommies 

*Sertakan hashtag #IMCNipponSpotlessPlus #IMCNipponMyMotherhoodJourney #DindingSehatKeluargaSehat

*Periode Challenge : 8 April 2019 s/d 5 Mei 2019

*Akun pribadi dan tidak dikunci

*Tidak dipungut biaya apapun

*Unduh dan klik link ini untuk print #IMCPrintable kegiatan Our Motherhood Journey Challenge :

Klik disini -> #IMCPrintable Our Motherhood Journey Challenge

(NOTE : apabila muncul pop-up untuk memasukan e-mail, masukan e-mail anda lalu klik tanda silang – close. Setelah itu klik lagi link #IMCPrintable di atas untuk kedua kalinya dan file #IMCPrintable akan muncul.)

Nah, untuk challengenya akan berbeda temanya setiap minggunya ya! dan Moms akan menggunakan #IMCPrintable Motherhood Journey sebagai guidelinenya. So, cetak dan unduh dulu ya selanjutnya silahkan dibaca ditemanin dengan secangkir jus hehe.

Challenge Week 1 (8-14 April 2019) :
My very own learning journey :
Apa itu the prepared environment Montessori ? (halaman 3-4)

Ide submit foto :

Challenge Week 2 (15-21 April 2019):
My very own learning journey:
Belajar mengenai Stimulasi Montessori Bayi (halaman 5)

Challenge Week 3 (22-28 April 2019) :
Imagine and draw your baby room with Nippon Paint (halaman 10-14)

Challenge Week 4 (29 April – 5 Mei 2019) :
Write a letter to your baby,
Fill the printable story and the picture frame (halaman 6-9)

Berbagai kreasi dan ide submit foto setiap minggunya (week 1 &2) dapat moms kreasikan dan include dalam daily life sehari-hari. Misalkan mom sedang belajar mengenai prepared environment di minggu pertama, mom bisa foto bahan #IMCPrintable yang sedang mom pelajari dengan journal mom ataupun foto cantik dengan secangkir air hangat (hahaa soalnya lagi pregnant jadi minumnya air aja…). Selain itu mom dapat bercerita dan sharing juga tentang perasaan Moms , ups and downs dan juga harapan mom.

Untuk challenge week 3 , mom dapat menggambar berupa sketch ataupun digital drawing ataupun berupa kreasi apapun juga ataupun foto jalan-jalan saat hunting perlengkapan kamar bayi.

Untuk challenge week 4 cukup straight forward ya, tinggal berfoto cantik dengan #IMCPrintable yang sudah diisi dan boleh dihias. Mom boleh submit sebanyak-banyaknya kreasi setiap minggunya , semakin kreatif semakin baik. Anda dapat menggunakan kesempatan ini sebagai memori yang dapat diabadikan dan nantinya diperlihatkan pada si kecil ketika ia sudah lahir.

Pastikan di setiap submit anda menggunakan semua hashtag challenge dan mention @indonesiamontessori dan @nipponpaintindo serta ada foto logo Nippon Paint Spotless Plus dari #IMCPrintable yah!

Semakin besar, baby C2 juga semakin aktif dan belajar berjalan dengan merambat dan berpegangan dengan dinding di rumah kami. Nah, semakin penting kan yah berarti untuk memastikan cat dinding di rumah anti-kuman dan juga tidak mengandung VOC. Selain itu namanya memiliki anak kecil dan bayi di rumah, pastinya banyak meninggalkan jejak-jejak di dinding hehehe mulai dari ga sengaja tercoret, ataupun sehabis makan langsung berpegangan pada dinding, dll. Untungnya Nippon Spot-less plus mudah dibersihkan!

Beberapa poin yang kami sukai dari Nippon Spot-less Plus ,Cat Anti-Noda + Anti-Kuman :
• Noda cair tidak menempel pada dinding dengan teknologi Stain Guard
• Melindungi secara efektif dari berbagai jenis kuman dengan teknologi Silver-Ion
• Tidak berbau dan aman untuk keluarga

NIPPON SPOT-LESS PLUS merupakan cat premium interior dengan formulasi anti-noda dan anti-kuman sehingga noda mudah dibersihkan dan memberikan perlindungan secara efektif dari berbagai jenis kuman. Karena itu, cat ini sangatlah ideal untuk digunakan di kamar anak tempat bermain, pusat perawatan anak, sekolah dan rumah sakit. Produk ini mempunyai formula khusus yang telah diuji anti-microbial oleh SETSCO Singapura dan hasilnya mampu melindungi lingkungan dari bakteri seperti MRSA, E.coli dan Staphylococcus Aureus.

Yuk , IMC moms abadikan perjalanan kehamilan anda sambil belajar terus untuk mempersiapkan motherhood journey moms! have fun!

Read Full Article
  • Show original
  • .
  • Share
  • .
  • Favorite
  • .
  • Email
  • .
  • Add Tags 

“And forget not that the earth delights to feel your bare feet and the winds long to play with your hair.”
~Khalil Gibran

Phewwww akhirnya sempat lagi nyolong waktu duduk sebentar saja karena kedua C1C2 sudah tidur hehehehe…

Minggu lalu kami seru-seruan pergi Nature Walk bersama grup homeschoolers di Singapore dan professor L yang baik hati dan serba tahu…hehehe. Meskipun panas dan humid banget tapi it is all worth it karena C1 dan C2 senang banget dan belajar banyak dan discover a lot dari nature adventure kemarin. Saking sukanya, C1 minta lebih sering adventure seperti ini dan saya setuju! ideally mimpi saya sebetulnya hahaa kalau bisa kita itu setiap pagi back to nature aja, ke hutan ataupun taman gitu main-main lalu istirahat boleh baca buku ataupun bahkan menggambar , menulis, atau eksperimen apapun juga di situ. Wwkwkwkwkwkw…menurut saya entah kenapa ya , kalau di alam terbuka dengan angin yang berdesir…(apa sih Vin!) pikiran menjadi lebih jernih.

You know what, sayapun jadi lebih rileks dan yahhh bahagia gitu hahahaha…selain itu anak-anak juga bisa dilepas bebas.. dan jangan lupa untuk selalu bawa perlengkapan piknik , minuman dan makanan hehehe…jadi ketika mulai lelah dan ahemm cranky…bisa langsung menggelar dimana aja heheehehhee…

Banyak hal yang C1 dapatkan dari nature adventure ini, yeap banyak sekali pertanyaan tentang sosialisai anak homeschooler. Setelah sebulanan lebih kita officially back to homeschool ahemmm saya semakin yakin bahwa dengan tidak setiap hari duduk ber 20-40 dengan teman-teman seusia di kelas anak-anak saya tidak kekurangan kesempatan untuk bersosialisasi. True, bahwa homeschool setiap keluarga berbeda-beda…jadi tugas kita dong yah yang memang harus rajin membawa anak ke berbagai kesempatan dan membantu navigasi di usia-usia yang masih cukup muda ini. Kalau sudah lebih besar kan mereka tentunya dapat memiliki banyak pilihan dan juga inisiatif, ya kan?

Hampir setiap hari kita pergi ke luar untuk co-ops, bertemu homeschoolers lainnnya untuk kegiatan sains, nature, art, olah raga dan juga ke berbagai les yang dipilih C1 sendiri untuk menggali hobinya. Di berbagai setting itu C1 perlu berkenalan dengan anak-anak baru yang belum ia kenal sebelumnya dan berbagai usia. Rentang usia mulai bayi (adik-adiknya) sampai 11 tahun. Ga ada masalah, mostly hampir di setiap pertemuan C1 juga main bareng dan seru-seruan dengan anak lain. To be honest, saya kagum terhadap para homeschoolers ini… it takes courage loh untuk kenalan dengan banyak orang di berbagai setting berbeda …kalau saya flash back ketika saya usia 6 tahun, haduhhhh baru aja masuk les saya pasti ragu deh kenalan…kalau di sekolah ya memang ada beberapa teman tapi kan seriously, itu karena seharian saya memang main sama anak yang sama itu lagi dan lagi…hahahaha nah kalau saja saya yang dulunya begitu, setelah dewasa jadi begini (alias ngoceh dan haha hihi hoho kesana kemari) apalagi anak-anak ini ya! ada satu anak yang saya kagumi, usianya 11 tahun dan ia sangat gentle, friendly dan dewasa terhadap C1 dan juga C2…such a confirmation bahwa sebetulnya “homeschooler”itu bukan cuma duduk di rumah menghadap tembok hahahahaa namun sebetulnya kalau di definisi kami, kami ingin anak-anak kami mengalami kehidupan senatural mungkin , belajar dengan cara senatural mungkin dan juga mengikuti minat dan juga ketertarikan si anak.

I have to admit, I was afraid at the beginning but now that we are in it….hehehe we won’t trade for any others!!!!! my husband and I just talked that it is actually the best decision we made AT THIS STAGE of our children’s life. It is a balance life, unhurried, yet our C1 and C2 develop as natural as possible….they understand that learning and discovery can happen everywhere that learning is NOT fixed and only happen at certain room and time….I love to witness this myself…his curiosity and happiness are back full force!!!!!!

Read Full Article
  • Show original
  • .
  • Share
  • .
  • Favorite
  • .
  • Email
  • .
  • Add Tags 

The quitest moment in our house : early morning!

Pagi-pagi buta di kala semua masih tidur pssstttt…haha one of my favorite me time moment. Biasanya sambil mendengarkan alunan musik dan secangkir minuman hangat…hahaaha peaceful banget yah!

Moment seperti ini paling cocok untuk baca-baca sedikit, berdoa, dan refleksi hal-hal yang sudah terjadi dan mau dilakukan di #HomeschoolWithIMC

Minggu ini adalah akhir minggu kedua semenjak kami memulai #HomeschoolWithIMC plus gantian sakit , demam, batuk, pilek sekeluarga selama beberapa minggu terakhir fiuhhhh….satu per satu udah mau sembuh…pleaseeeee buruan sembuh dan jangan sampai tertular lagi ya!

Overall experiences were good…meskipun ada moment dimana saya bertanya pada diri saya sendiri…mampu ga yah? ini progressing ga sih? ini child-led enough ga sih? apakah cukup waktu santai, baca buku, main? apakah cukup waktu istirahat ? overall meskipun sehari itu hanya few hours namun ternyata sedikit-dikit menjadi bukit ya.

Semakin mantap dengan keputusan untuk homeschool elementary years….kebayang kan? bisa belajar apapun juga sesuai dengan minat dan bakat tanpa dikejar-kejar ulangan. Bisa dig in sedalam apapun yang anak inginkan tanpa menunggu tahun depan baru lanjut lagi…

Kita sempat field trip ke dua tempat selama 2 minggu terakhir ini. Yang pertama kita mengunjungi Singapore Philatelic Museum dimana juga sedang ada Little Prince Exhibition. Baguussssss!!!!! selain itu kita juga (udah request terus) ke Art Science Museum lagi.

Read Full Article
  • Show original
  • .
  • Share
  • .
  • Favorite
  • .
  • Email
  • .
  • Add Tags 
Indonesia Montessori by Elvina Lim Kusumo - 4M ago

Setelah on and off gantian sakit selama hampir 3 minggu terakhir (seriously ughh!!) akhirnya perlahan-lahan kita mulai membaik…yes masih batuk pilek , tapi setidaknya udah ga demam , menggigil dll. Dalam masa-masa kayak gini biasanya kita take it easy aja, karena menurut pengalaman saya memang selalu ada masa-masa seperti ini namun ketika udah back to routine biasanya dengan mudah langsung tercover kok semua yang sempat lebih lambat kemarin dll.

Pagi ini C1 mulai berkenalan dengan konsep keliling untuk persegi dan persegi panjang terlebih dahulu. Pada awalnya C1 membuat beberapa persegi dan persegi panjang menggunakan bentuk-bentuk geometri Spielgaben kami. Dari situ saya mengenalkan secara konkret apa yang di maksud dengan perimeter (keliling). Mungkin karena konsepnya yang masih mudah dan langsung dapat terlihat langsung jadinya C1 sudah langsung tahu maksudnya dan ia continue meneruskan sendiri kegiatan dari buku workbook Spielgabennya. Di saat-saat sakit gini kita memang take it easy, karena C2 juga lebih butuh perhatian dan maunya digendong terus hehe jadi C1 teruskan sendiri ya!

Ketika ia sudah selesai baru saya periksa….dan setelah konsep keliling persegi dan persegi panjang selesai kami sempat membahas juga cara menghitung keliling pada berbagai polygon, menentukan panjang atau lebar dari suatu bangunan rectilinear, dll.

“To me, mathematics, computer science, and the arts are insanely related. They’re all creative expressions.” Sebastian Thrun

Read Full Article
  • Show original
  • .
  • Share
  • .
  • Favorite
  • .
  • Email
  • .
  • Add Tags 

Separate tags by commas
To access this feature, please upgrade your account.
Start your free month
Free Preview