Loading...

Follow IbudanMama | Parenting on Feedspot

Continue with Google
Continue with Facebook
or

Valid

Menonton film bisa menjadi aktivitas yang menyenangkan. Bisa lebih menyenangkan bila Mam menyaksikannya bersama buah hati. Bila Mam belum pernah menonton film bersama buah hati, mungkin ini saat yang tepat untuk melakukannya. Menonton film bersama buah hati juga ternyata memiliki beberapa manfaat lho, Mam. Penasaran? Yuk, cek informasi di bawah ini!

Membantu buah hati mengasah kemampuan sosialnya

Manfaat satu ini bisa didapatkan Si Kecil tergantung dari jenis film yang ditonton. Jadi, jika Mam memilih film yang tepat, maka Si Kecil dapat mengambil pelajaran dan nilai moral yang terkandung dalam film tersebut. Biasanya, film mengandung pesan penuh makna yang bisa ia manfaatkan di kehidupan sosialnya. Film-film Indonesia seperti Laskar Pelangi bisa menjadi film yang Mam saksikan bersama buah hati. Mam juga bisa melakukan diskusi dengan Si Kecil mengenai pesan dari film tersebut agar ia tidak salah menyimpulkan makna dan pesan film.

Belajar dan memperkaya bahasa

Melalui nonton film, Mam juga memberikan kesempatan bagi Si Kecil untuk belajar dan memperkaya bahasa. Si Kecil dapat belajar sejumlah kosa kata baru, mengucap, merangkai, hingga memaknai kata yang dikeluarkan. Semua hal tersebut tentu saja dapat memperkaya keterampilan dan kemampuan Si Kecil dalam berbahasa. Terutama untuk Si Kecil yang sudah mulai belajar bahasa asing seperti Bahasa Inggris. Mam bisa menyaksikan film kartun berbahasa Inggris dengan subtitle bersama Si Kecil untuk membantunya.

Membuat Si Kecil berpikir kritis

Dengan menonton film bersama Si Kecil, Mam juga membuatnya dapat berpikir kritis. Setelah film yang ditonton usai, Mam bisa memberikan kesempatan kepada buah hati untuk menceritakan kembali isi film tersebut. Minta pula Si Kecil untuk menggambarkan perasaan serta apa saja pesan yang ia dapat dari film tersebut, hingga komentarnya tentang berbagai tokoh ataupun konflik yang terjadi dalam film. Dengan mengeksplor cerita film tersebut, Mam dan Si Kecil dapat berdiskusi bersama dan itu dapat memancing sisi kritis dalam dirinya. Bila dilakukan dengan benar dan telaten, bisa jadi Si Kecil akan tumbuh menjadi pribadi yang kritis dan solutif lho, Mam.

Membuat rasa percaya diri Si Kecil meningkat

Buah hati yang berada ataupun dikelilingi oleh anggota keluarga dapat memberikannya rasa aman dan kepercayaan diri yang ia butuhkan. Si Kecil akan terpicu untuk lebih bereksplorasi tanpa perlu merasa takut gagal karena ia tahu bahwa keluarga akan terus memberinya dukungan. Nah, dengan nonton film bersama, Mam dan Si Kecil bisa menemukan waktu untuk berbincang. Dalam momen tersebut, ia bisa secara natural berbagai cerita yang ia miliki. Dengan begitu, Si Kecil pun akan menjadi lebih terbuka dan kepercayaannya terhadap anggota keluarga lainnya makin meningkat.

Wah, jadi kapan Mam akan mengajak Si Kecil untuk menonton film bersama?

The post Mam, Inilah 4 Manfaat Menonton Film Bersama Buah Hati appeared first on IbudanMama.

Read Full Article
  • Show original
  • .
  • Share
  • .
  • Favorite
  • .
  • Email
  • .
  • Add Tags 

Mengasuh dan mendidik Si Kecil memanglah bukan sebuah perkara yang mudah. Ada banyak usaha yang harus Mam lakukan agar pola asuk yang diberikan bisa tepat. Tentunya, sebagai ibu baru, Mam akan banyak bertanya pada orang lain atau mencari pengetahuan tambahan untuk mengasuh buah hati. Meski sudah berpengalaman dengan anak pertama, Mam juga terkadang tidak bisa menerapkan pola asuh yang sama pada anak selanjutnya karena umumnya sifat anak-anak pasti berbeda.

Jangan sampai Mam salah pola asuh sehingga bisa menyebabkan Si Kecil rentan stres. Ada beberapa hal yang menjadi penyebab anak rentan stres, gejala yang ditunjukkan serta penanganan yang harus diberikan. Berikut penjelasannya!

Pola asuh yang salah menyebabkan Si Kecil rentan stres

Risiko anak mengalami stres meningkat jika saja orang tua tidak bisa memahami apa yang diinginkan Si Kecil. Karena belum bisa mengungkapkan apa yang ia inginkan secara jelas, umumnya anak kecil akan menggunakan bahasa tubuh dan isyarat. Butuh usaha yang ekstra memang untuk mengetahui apa penyebab bayi menangis. Bisa saja karena haus, popok yang penuh, atau cuaca yang membuatnya tidak nyaman.

Agar Si Kecil tidak mudah stres, Mam harus bisa menjadi sosok yang peka dan responsif terhadap keinginan anak, meski diungkapkan dalam bentuk isyarat dan bahasa tubuh. Jika Mam tidak bisa memahami dengan cepat dan tepat apa keinginan Si Kecil, bisa membuatnya rentan merasa stres karena merasa tidak direspons. 

Hal ini berlaku juga jika Mam sedang menerapkan salah satu pola asuh, misalnya saja cara makan baby lead weaning. Jika Si Kecil tidak nyaman, maka ia akan menunjukkan dalam sikapnya. Jika ia merasa tidak nyaman, hentikan dan jangan paksakan. Jika Mam terus memaksanya sesuai dengan kehendak sendiri, hal itulah yang menjadi penyebab buah hati rentang stres.

Akibat penerapan pola asuh yang salah pada anak

Selain rentan stres, menerapkan pola asuh yang tidak sesuai dengan anak juga bisa membuatnya merasakan trauma yang berkepanjangan. Trauma yang berkepanjangan juga akan menyebabkan buah hati mengalami gangguan berpikir, sulit mengendalikan emosi, dan putus asa.

Efek lain dari penerapan pola asuh yang salah adalah buah hati yang sering merasa cemas hingga sering menyalahkan diri sendiri. Ia akan kesulitan membangun hubungan dengan orang lain sebagai akibat dari rasa trauma. Akumulasi dari semua perasaan negatif yang dimiliki Si Kecil akan berujung pada masalah kesehatannya.

Cara mengatasi anak yang stres karena salah pola asuh

Jika Si Kecil menunjukkan tanda-tanda stres, menghentikan pola asuh yang diterapkan bukan menjadi jalan keluar satu-satunya. Mam juga harus melakukan penanganan pada rasa stres yang dirasakan Si Kecil. Caranya bisa dengan mengajak Si Kecil duduk dengan tenang dan menarik napas. Sama dengan orang dewasa, menarik napas juga bisa membuat Si Kecil lebih tenang. Pandu ia untuk menarik napas melalui hidung, tahan selama beberapa detik, kemudian menghembuskannya melalui mulut.

Cara lain yang bisa Mam tempuh adalah dengan membantunya merilekskan otot yang tegang akibat stres. Ajari buah hati untuk mengepalkan tangannya dan tahan posisi tersebut selama 5 detik. Selanjutnya, minta ia untuk perlahan-lahan membuka kepalan tangannya. Hal ini akan membantunya merasa jauh lebih tenang.

Jika pola asuh yang Mam terapkan memicu stres pada Si Kecil jangan menyerah dan merasa gagal. Carilah cara lain yang bisa membuatnya nyaman. Untuk mengetahui bagaimana cara yang tepat, Mam juga bisa konsultasi dengan dokter anak.

The post Pola Asuh yang Salah Bisa Membuat Buah Hati Rentan Alami Stres Lho, Mam appeared first on IbudanMama.

Read Full Article
  • Show original
  • .
  • Share
  • .
  • Favorite
  • .
  • Email
  • .
  • Add Tags 

Terkadang Mam merasa kesal atas ulah si kecil yang ‘kelewatan’. Alhasil, hukuman untuk Si Kecil secara fisik terkadang menjadi cara yang paling sering di ambil. Alasannya, agar memberikan efek jera bagi Si Kecil. Akan tetapi, cara ini bagi sebagian besar orang dirasa kurang efektif. Lalu, bagaimana tindakan seharusnya yang perlu diambil dan apa saja efek negatif dari memberikan hukuman fisik ini? Berikut ulasannya yang perlu Mam ketahui.

Apakah hukuman fisik memberi efek jera?

Sebagian orang masih ada yang menilai dengan memberi hukuman untuk Si Kecil akan memberikan efek jera. Contoh dalam menghukum secara fisik di sini antara lain adalah memukul bokong (spanking), memukul bagian tubuh, mencubit, bahkan yang paling buruk adalah menamparnya. Berdasarkan studi dari American Academy of Paediatrics (AAP) seperti dilansir dari Kompas.com, memang memberikan hukuman secara fisik memberikan efek jera dalam jangka pendek. Namun tidak memberikan dampak positif atau efek jera di kemudian hari.

Sebaliknya, apabila hukuman fisik ini sering diberikan anak akan cenderung bersifat menjadi semakin agresif dan dapat menyerang balik. Mereka bukanya berhenti melakukan kesalahan, bahkan cenderung mengulanginya sebagai bentuk protes Mam. Si Kecil pun bisa saja mengalami trauma atas tindakan pemberian hukuman fisik bila dilakukan secara berlebihan.

Dampak negatif hukuman fisik pada anak

Selain hanya membuat efek jera dalam jangka pendek dan membuat anak semakin agresif, memberi hukuman untuk Si Kecil akan menimbulkan efek negatif. Penelitian yang dilakukan oleh Joan Durrant dan Ron Ensom di tahun 2012 seperti dikutip dari Tirto.id menyebutkan hukuman fisik terhadap si kecil bisa berpengaruh pada kesehatan mental. Selain itu, juga berpengaruh pada perkembangan kognitif mereka dan menurunkan prestasi akademik. Hal ini disebabkan karena mengurangi volume materi abu-abu dalam otak, materi inilah yang mempengaruhi kecerdasannya.

Si Kecil juga bisa menjadi mudah depresi akibat mengalami peningkatan kadar kortisol, yakni gangguan kimia dari mekanisme otak untuk mengatur stres. Cedera fisik sudah pasti dialami oleh si kecil ketika Mam melakukan hukuman fisik secara berlebihan. Tidak hanya itu, hukuman secara fisik dapat tertanam di benak Si Kecil hingga dia dewasa kelak. Dampak buruknya, bila benak Si Kecil tertanam nilai-nilai kekerasan tersebut dapat berlanjut hingga ke kehidupan keluarga. Pada akhirnya mereka cenderung melakukan kekerasan dalam rumah tangga.

Bagaimana seharusnya orang tua bertindak?

Oleh karena itulah dalam menghadapi si kecil yang ‘kelewatan’, Mam bisa melakukan cara-cara yang persuasif dan lebih mengedepankan dialog. Salah satu contoh terbaik yang bisa Mam lakukan menurut pakar AAP tersebut antara lain bila anak berusia kurang dari setahun, cara terbaiknya adalah dengan mengendongnya lalu memindahkannya ke tempat lain. Bila Si Kecil masuk usia sekolah, Mam bisa menerapkan pola time-out. Strategi ini adalah dengan menyuruh Si Kecil diam di sudut ruangan untuk memikirkan apa yang sudah dilakukannya dalam kurun waktu tertentu.

Mam juga bisa melakukan strategi lainnya dan sangat mudah dilakukan. Yakni dengan membiarkannya tidak memberikan hadiah saat berbuat salah namun tetap mengarahkannya. Cara berikutnya adalah dengan memberikannya pengertian hukum sebab-akibat, dengan cara ini Si Kecil akan lebih memahami akibat-akibat negatif yang sudah dia lakukan. Terutama bila hal tersebut merugikan orang lain.

Jadi, mulai saat ini sebaiknya Mam hindari ya memberi hukuman untuk Si Kecil saat dia ‘kelewatan’. Percayalah, pendekatan persuasif dan lemah lembut cukup efektif dalam mencegah mereka berbuat kesalahan yang sama ketimbang hukuman fisik yang justru membuatnya menjadi agresif.

The post Bila Si Kecil Bersikap ‘Kelewatan’, Perlukah Diberi Hukuman Fisik? appeared first on IbudanMama.

Read Full Article
  • Show original
  • .
  • Share
  • .
  • Favorite
  • .
  • Email
  • .
  • Add Tags 

Saat bergaul dengan teman-teman seumurannya, Si Kecil bisa saja bertingkah usil. Ketika Si Kecil sering usik, bisa jadi itu merupakan caranya belajar memuaskan rasa ingin tahunya ataupun caranya bersenang-senang. Namun, tak jarang keusilannya bisa jadi memusingkan dan mengganggu. Mengapa dan apa yang harus Mam lakukan? Cek informasi berikut!

Ajak Si Kecil berdiskusi

Dari seluruh keusilan yang Si Kecil lakukan, sebenarnya ada hal positif di baliknya. Si Kecil sering usil berarti memiliki kreativitas dalam melakukan interaksi dengan teman-temannya. Jadi, Mam tidak perlu terlalu menghakimi Si Kecil atas perilakunya tersebut. Namun, bila sikap Si Kecil mengganggu teman-temannya, Mam bisa mengajaknya berdiskusi dan berbicara.

Mam bisa mengajak Si Kecil berdiskusi untuk menjelaskan bahwa ia bisa bertaman dengan cara yang lebih baik dan menyenangkan. Mam bisa menggunakan buku cerita atau media lainnya untuk memberikan contoh konkret kepada Si Kecil untuk melakukan hal-hal lebih baik sebagai pengganti keusilan yang sering ia lakukan dengan teman-temannya.

Dorong Si Kecil untuk melakukan hal-hal positif

Perlu Mam ketahui, anak yang sering usil dengan teman-temannya sebenarnya memiliki potensi menjadi leader bagi teman-temannya. Oleh karena itu, Mam bisa mendorong Si Kecil untuk melakukan hal-hal positif, seperti mendorongnya mengajak teman-temannya membuat sampah di tempatnya, mengajak teman membereskan mainan, dan berbagai hal positif lain.

Hindari menghukum Si Kecil dengan kekerasan

Tidak ada salahnya jika Mam mengenalkan konsekuensi (akibat) dari apa yang ia lakukan, misalnya bila keusilan yang dilakukan sudah berlebihan. Namun, hindari menghukum Si Kecil dengan kekerasan seperti memukul atau mencubitnya. Hal tersebut hanya akan menjadi contoh yang nyata bagi Si Kecil untuk menyelesaikan masalah dan akan melakukan hal tersebut ke teman-temannya.

Keusilan Si Kecil belum tentu berarti ia nakal

Anak-anak yang terlalu aktif belum tentu memperlihatkan perilaku yang nakal serta sikap pemberontak. Jadi, Mam tidak perlu terlalu khawatir. Si Kecil mungkin saja sedang melalui proses pengembangan kemampuan motorik kasarnya. Beberapa contoh aktivitasnya seperti melompat, berjalan, dan berlari.

Hal ini terutama ketika Si Kecil berusia di bawah tiga tahun. Gerakannya yang aktif dan keusilannya dengan teman-temannya menunjukkan kecerdasan motorik halus. Kemampuan motorik halus ini dapat dilihat saat Si Kecil sudah bisa mengancingkan pakaian, menyusun benda dengan teliti, dan berbagai aktivitas lain.

Biarkan dan tetap pantau

Perlu juga Mam ketahui bahwa Si Kecil sering usil mempunyai tingkat kecerdasan di atas rata-rata. Keusilan yang kerap ia lakukan mengindikasikan kemampuan motorik halus dan kasar yang sudah berkembang dengan baik. Apabila Si Kecil mempunyai humor yang baik, tidak jarang ia akan usil dan melakukan tingkah laku yang membuat teman-temannya tertawa.

Mam tidak perlu langsung melarang Si Kecil bertingkah usil, namun tetap pantau agar keusilan tersebut tidak melebihi batas. Karena Si Kecil sering usil biasanya memiliki perkembangan otak yang baik, Mam bisa membantu Si Kecil membantunya mencari dan menyalurkan bakat yang ia miliki sejak dini. Kegiatan usil bisa jadi salah satu caranya menyalurkan kreativitas yang sebenarnya bisa Mam ubah untuk menjadi sebuah kegiatan yang lebih positif.

Jadi, jangan buru-buru langsung memarahi Si Kecil apabila ia mulai terlihat usil. Ingat kembali ulasan yang sudah Mam baca di atas agar Mam tahu langkah apa yang harus dilakukan selanjutnya. Good luck, Mam!

The post Si Kecil Sering Usil Terhadap Teman-Temannya? Ini Hal yang Harus Mam Tahu! appeared first on IbudanMama.

Read Full Article
  • Show original
  • .
  • Share
  • .
  • Favorite
  • .
  • Email
  • .
  • Add Tags 

Setiap orang tua tentu mempunyai cara sendiri dalam membesarkan anak-anaknya, termasuk pola asuh anak yang diterapkan. Memilih pola asuh yang tepat sangat penting karena merupakan salah satu faktor yang memainkan peran penting dalam mengasah berbagai kecerdasan Si Kecil. Jadi, Mam perlu mengetahui konsep pola asuh anak usia dini. Apa saja? Berikut informasi lengkapnya!

Pola asuh otoriter

Pola asuh anak usia dini pertama yang bisa Mam terapkan adalah pola asuh otoriter. Seperti namanya, pola asuh ini menempatkan orangtua sebagai “bos”. Perilaku anak sangat terkontrol oleh orang tua. Meskipun pola asuh ini terdengar mengekang, namun sebenarnya tepat digunakan saat orangtua ingin mengajarkan pengetahuan matematis, bahasa, dan moral.

Yang terpenting adalah, Mam perlu menerapkan pola asuh ini dengan benar. Penerapan pola asuh otoriter yang salah dapat menyebabkan kepribadian Si Kecil menjadi mudah cemas, sedih, rendah kepercayaan diri, cenderung memberontak, hingga tertekan. Namun, bila tepat digunakan, maka sifatnya akan jadi lebih disiplin, mandiri, tanggung jawab, serta idealis.

Pola asuh permisif

Pola asuh ini membuat hubungan orang tua dan anak memiliki tingkat kehangatan yang tinggi namun kurang kontrol dari orang tua. Orang tua sangat terlibat dalam kehidupan anak dan cenderung bersikap lunak. Pola asuh ini baik Mam gunakan jika ingin mendorong perkembangan kecerdasan seni dan imajinasi Si Kecil.

Imajinasi anak akan berkembang jika orang tua tidak terlalu membatasinya. Namun, pola asuh ini harus diperhatikan penerapannya karena jika salah digunakan bisa menyebabkan anak menjadi manja, egois, tidak disiplin, dan mudah menyerah. Positifnya, pola asuh ini bisa membentuk sifat anak menjadi lebih percaya diri dan kreatif.

Pola asuh demokratis

Di antara beberapa pola asuh anak yang bisa diterapkan, pola asuh demokratis menjadi salah satu pola asuh yang paling sering dipilih oleh orang tua zaman sekarang. Apalagi pola asuh ini memberikan orang tua kesempatan melakukan kontrol yang tinggi dalam kehidupan anak, menjaga hubungan yang hangat dengan anak, bersikap tegas, namun tetap fleksibel.

Bila Mam ingin membentuk pengetahuan sosial anak dengan baik, maka pola asuh ini bisa Mam terapkan. Dengan memberikannya kebebasan, Si Kecil akan memiliki kemampuan bekerja sama dan berempati dengan orang lain yang dibutuhkan. Jika dilakukan dengan tepat, pola asuh ini akan membentuk sifat anak yang cerdas, percaya diri, lebih terbuka, dan ceria.

Pola asuh tidak terlibat

Pola asuh ini menempatkan hubungan orang tua dengan anak yang kurang hangat dan kurang terkontrol. Orang tua bersikap pasif pada kehidupan anak, tapi tetap memperhatikan kebutuhan dasarnya. Pola asuh ini baik Mam gunakan saat Si Kecil ingin mengembangkan kemampuan sosial, ketertarikan seni, dan pengetahuan alam.

Namun, untuk mendapatkan manfaat positif dari pola asuh ini, Mam tetap harus memerhatikan kebutuhan mendasar Si Kecil. Pastikan Si Kecil tetap mendapat kasih sayang dan diperhatikan. Bila digunakan dengan salah, pola asuh ini dapat membentuk kepribadian anak yang kurang percaya diri, terhambat dalam penyesuaian diri, dan kurang perhatian.

Sebenarnya tidak ada pola asuh yang paling benar ataupun salah. Mam bisa menggunakan keempat pola asuh di atas secara bergantian dan menyesuaikannya dengan situasi, lingkungan, serta kepribadian anak dan mam sendiri sebagai orangtua. Semoga bermanfaat ya, Mam!

The post 4 Konsep Pola Asuh Anak Usia Dini appeared first on IbudanMama.

Read Full Article
  • Show original
  • .
  • Share
  • .
  • Favorite
  • .
  • Email
  • .
  • Add Tags 

Tanpa disadari, ada banyak manfaat pelukan orang tua bagi Si Kecil. Selain tentu bisa memberi perasaan tenang, aman, dan nyaman, pelukan yang diberikan oleh orang tua juga memengaruhi tumbuh kembang Si Kecil. Terlebih jika setiap harinya Mam dan Ayah telah disibukkan dengan pekerjaan masing-masing di kantor. Memberi pelukan bagi Si Kecil tentu penting dan harus dilakukan setiap harinya. Inilah manfaat pelukan orang tua yang perlu Mam dan Ayah ketahui.

Menghadirkan ikatan batin yang kuat

Manfaat pelukan orang tua bagi anak yang paling cepat terasa efeknya yaitu menghadirkan ikatan batin yang kuat. Penelitian yang dilakukan oleh pakar psikolog anak dari University of Italy bahkan menunjukkan bahwa selama mendapat pelukan, maka hormon endomorfin dalam diri anak akan meningkat sehingga menghadirkan ikatan batin yang kuat. Dengan begitu, Mam dan Ayah dapat menciptakan bonding yang lebih baik melalui sebuah pelukan.

Memberi rasa percaya diri pada Si Kecil

Mam, memberi pelukan pada Si Kecil berarti membuatnya merasa mendapat dukungan penuh dari kedua orang tuanya. Untuk itu, Si Kecil bisa lebih percaya diri untuk menyelesaikan berbagai masalah yang mungkin ia hadapi. Si Kecil tidak lagi menjadi anak yang penakut, karena ia tahu betul kedua orang tuanya selalu memberi dukungan penuh terhadap segala keputusan yang diambil olehnya.

Mencegah kemungkinan stres

Berdasarkan hasil penelitian Journal of Epidemiology and Community Health, anak yang sering mendapat pelukan dari kedua orang tuanya memiliki kemampuan untuk menghadapi masalah lebih baik. Artinya, anak tidak mudah stres terhadap hal-hal yang harus ia hadapi. Jika terus dipupuk sejak dini, maka Si Kecil pun akan tumbuh menjadi pribadi yang tangguh dan tidak mudah putus asa karena memiliki ketahanan diri yang baik.

Membentuk karakter yang penuh kasih sayang

Tentu saja, anak yang sering mendapat pelukan dan kasih sayang dari kedua orang tuanya secara otomatis akan memiliki karakter yang penuh kasih sayang juga. Untuk itu, sebaiknya Mam dan Ayah tidak memegang kepercayaan orang-orang zaman dulu bahwa anak yang sering dipeluk akan menjadi manja dan cengeng. Karena faktanya, manfaat pelukan orang tua bagi perkembangan anak sangatlah baik.

Meningkatkan kecerdasan Si Kecil

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, ketika mendapat pelukan dari orang tua, anak akan menghasilkan hormon endomorfin. Hormon ini berperan penting dalam memperlancar tekanan darah sehingga konsentrasi belajar Si Kecil pun semakin baik. Dengan demikian, Si Kecil dapat menyerap materi pelajaran di sekolah dengan mudah. Jadi, mulai sekarang biasakan untuk selalu memberi pelukan pada anak sebelum mereka berangkat ke sekolah ya, Mam!

Manfaat pelukan orang tua bagi perkembangan anak memang tidak bisa disepelekan lagi. Bahkan pelukan yang penuh kasih sayang dan kelembutan juga bisa mengembalikan mood dan energi Si Kecil. Oleh karena itu, sesibuk apapun urusan Mam dan Ayah di kantor, pastikan untuk selalu memeluk Si Kecil bahkan ketika ia sudah terlelap tidur.

The post 5 Manfaat Pelukan Orang Tua Bagi Perkembangan Anak appeared first on IbudanMama.

Read Full Article
  • Show original
  • .
  • Share
  • .
  • Favorite
  • .
  • Email
  • .
  • Add Tags 

Memasuki usia emas, pertumbuhan otak Si Kecil akan berkembang lebih cepat. Untuk itulah penting bagi Mam memberinya stimulasi dalam meningkatkan tumbuh kembang otaknya. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan memberi stimulasi melalui musik dan lagu. Cara ini tidak saja untuk menghibur mereka, tetapi juga memberikan manfaat yang cukup besar baik dari segi perkembangan emosi, hingga sistem motoriknya. Berikut beberapa manfaatnya yang perlu Mam ketahui.

Dapat meningkatkan perkembangan motorik

Pernahkah Mam meihat si kecil bernyanyi dengan tertawa, bertepuk tangan dan menari? Ya, stimulasi lewat musik dan lagu secara umum juga melatih meningkatkan perkembangan motorik mereka. Si Kecil akan aktif bergerak kesana kemari atau memukul sebuah drum kecil mengikuti irama.

Tubuh mereka akan senantiasa aktif dan ini sangat baik untuk tumbuh kembangnya di kemudian hari. Dengan badan yang terus aktif, maka secara tidak langsung mereka juga berolahraga Mam. Alhasil, membuat badan tidak mudah sakit karena daya tahan tubuh meningkat karena sering melakukan gerak badan.

Mengontrol perkembangan emosi

Bagi orang dewasa bernyanyi dengan mendalami makna lagu tersebut adalah hal yang biasa. Akan tetapi bagi seorang anak, ini tentu hal yang paling istimewa. Ketika bernyanyi dan mengekspresikan lagu tersebut dia memperlihatkan emosinya dalam membawakan lagu tersebut. Oleh karena itulah, melalui lagu adalah media yang tepat untuk melatih emosi si kecil.

Misalnya, ketika Si Kecil menyanyikan lagu bertempo cepat dengan riang maka sebenarnya dia mendalami lagi tersebut Mam. Agar emosinya semakin baik, Mam bisa mengajaknya dengan bernyanyi bersama-sama di rumah dengan pilihan lagu yang berbeda-beda.

Kemampuan sosial dan rasa percaya diri meningkat

Manfaat berikutnya dari memberikan stimulasi pada Si Kecil akan membentuk kemampuan sosial terutama dalam hal berinteraksi dan meningkatkan rasa percaya diri. Kegiatan-kegiatan seru seperti bernyanyi bersama teman sekelas di sekolah atau teman main di rumah bisa menjadi sarana mereka untuk bersosialisasi.

Dengan bernyanyi bersama, Si Kecil biasanya akan terpacu untuk menjadi yang terbaik. Semisalnya dia akan berusaha bernyanyi secara lantang dan dapat menjadi pusat perhatian  bagi temannya yang lain. Bila dia melakukan hal seperti itu, berarti rasa percaya dirinya meningkat dan dia cenderung menjadi pribadi yang berani dalam menunjukkan kebolehannya.

Membantu mengembangkan kemampuan bahasa

Tahukah Mam bila memberikan stimulasi lewat musik akan mengasah si kecil lebih aktif dan mengembangkan bahasa dan kosa kata? Anak-anak selalu memiliki rasa penasaran cukup tinggi terhadap benda-benda atau hal yang baru dilihat. Mereka akan bertanya nama benda tersebut. Nah, lewat lagu inilah mereka juga belajar mengetahui nama-nama benda di sekitarnya.

Belajar bahasa lewat lagu bagi anak-anak akan terasa menyenangkan. Mereka akan selalu merasa gembira menyanyikan lagu tersebut dan bagi para orang tua sebagai media pembelajaran kepada anak tanpa terkesan menggurui. Mam bisa ajarkan dan nyanyikan lagu-lagu seperti Bintang Kecil, Balonku, dan lagu-lagu anak lainnya yang mudah dicerna.

Kemampuan matematika juga berkembang

Stimulasi melalui musik pada Si Kecil ternyata juga berpengaruh kepada perkembangannya dalam hal berhitung dan matematika. Musik memiliki beragam unsur seperti panjang pendeknya sebuah nada dan berapa nilai ketukannya. Dengan bernyanyi atau memainkan musik, secara tidak langsung Si Kecil juga bisa menghitung ketukan dan tinggi renda nada.

Cara tersebut akan menambah kemampuannya dalam bidang matematika. Lagu-lagu untuk anak pun banyak yang dicuptakan dengan konsep berhitung. Contohnya satu lagu Belajar Berhitung, Balonku, Dua Mata Saya dan sebagainya.

Yuk, mulai sekarang biasakan untuk membiasakan menstimulasi Si Kecil dengan lagu dan musik untuk perkembangan fisik dan mental mereka.

The post Berikan Stimulasi Pada Si Kecil Yuk, Mam! appeared first on IbudanMama.

Read Full Article
  • Show original
  • .
  • Share
  • .
  • Favorite
  • .
  • Email
  • .
  • Add Tags 

Susu sering dianggap sebagai sumber nutrisi yang baik untuk tumbuh kembang Si Kecil. Minuman yangs satu ini punya kandungan kalsium tinggi sehingga baik untuk tulang. Namun ada kalanya Si Kecil justru tidak mau minum susu. Hal ini mungkin mengkhawatirkan untuk Mam, lalu apa yang harus dilakukan? Berikut langkah-langkah yang bisa dilakukan.

Cari tahu penyebab

Sesuatu pasti terjadi karena sebuah sebab. Begitu pula saat Si Kecil ogah minum susu. Pasti ada penyebab tertentu mengapa ia tidak mau minum susu. Sebelum Mam mengambil tindakan lanjut, segeralah cari tahu penyebab atau alasan mengapa Si Kecil menolak susu. Dengan demikian, Mam pun tidak akan salah mengambil langkah selanjutnya.

Bisa jadi Si Kecil tidak mau minum susu karena ada penyakit. Beberapa penyakit seperti infeksi telinga atau radang tenggorokan memang membuat aktivitas minum susu terasa menyakitkan. Perhatikan juga apakah susu menimbulkan reaksi alergi pada anak. Jika memang ini yang terjadi segera konsultasikan pada dokter.

Coba pengganti susu

Jika penyebab Si Kecil tidak mau minum susu bukan karena penyakit, Mam bisa mencoba alternatif pengganti susu. Bagaimanapun juga nutrisi yang dikandung susu masih bisa ditemuksn pada makanan atau minuman lainnya. Buah-buahan seperti jeruk dan pepaya punya kandungan kalsium yang cukup tinggi sehingga bisa menggantikan susu.

Kacang-kacangan juga memiliki susunan nutrisi yang serupa dengan susu. Jika Si Kecil tidak mau minum susu sapi, kacang-kacangan ini bahkan bisa dijadikan susu. Rasanya pun cenderung lebih ringan jika dibandingkan dengan susu sapi sehingga tidak menimbulkan rasa eneg buat Si Kecil. Susu almond tidak mengandung kolesterol sehingga tidak akan menyebabkan kegemukan.

Kreasikan dalam bentuk lain

Selain karena penyakit dan rasanya, bisa jadi anak tidak mau minum susu karena bosan dengan bentuknya yang cair. Jika ini yang terjadi pada Si Kecil Mam bisa coba mengkreasikan susu ke dalam bentuk lain. Dengan mengubah susu cair ke dalam bentuk lain, Si Kecil tidak akan merasa bosan dan tetap mendapat nutrisinya.

Mam bisa membuat susu menjadi es krim atau puding. Mencampurkan susu untuk membuat pasta carbonara atau kue pun bisa dilakukan. Mam juga bisa coba mengganti susu dengan keju atau olahan susu lainnya. Dijamin Si Kecil tidak akan merasa bosan dan segala kebaikan susu pun tidak akan terlewatkan.

Perkara Si Kecil tidak mau minum susu mungkin bisa menimbulkan masalah. Pasalnya susu memiliki nutrisi yang baik untuk tumbuh kembang anak. Agar tidak salah mengambil langkah, tiga tips di atas bisa dicoba saat Si Kecil ogah minum susu. Selamat mencoba dan semoga Si Kecil sehat selalu ya Mam!

The post Si Kecil Tidak Mau Minum Susu, Apa yang Harus Mam Lakukan? appeared first on IbudanMama.

Read Full Article
  • Show original
  • .
  • Share
  • .
  • Favorite
  • .
  • Email
  • .
  • Add Tags 

Mendidik anak memang bukanlah sebuah perkara yang mudah. Sebagai orang tua, Mam dan Ayah tidak boleh berhenti belajar supaya bisa mendidik anak dengan baik. Namun, ada kalanya Mam juga melakukan beberapa kesalahan dalam mendidik anak. Jika dibiarkan, kesalahan tersebut akan berpengaruh terhadap tumbuh kembang Si Kecil. Berikut ini beberapa kesalahan orang tua yang sering terjadi saat mendidik anak dan harus segera dihindari. Apa saja?

Terlalu sering melarang

Naluri seorang ibu tentu membuat Mam ingin selalu melindungi Si Kecil. Terkadang bentuk perlindungan ini muncul dengan mengucapkan kata larangan. Kata-kata larangan mungkin sering terlontar tanpa disadari dan menjadi sebuah kebiasaan. Saat ingin menjauhkan anak dari bahaya “jangan” saat meminta anak diam “jangan berisik”, selalu seperti itu.

Padahal terlalu sering melarang anak justru tidak baik untuk perkembangannya. Anak akan merasa dibatasi ruang geraknya. Dalam beberapa kasus, larangan seperti ini justru akan membuat anak merasa penasaran dan melakukan hal yang dilarang. Tentu akan membahayakan keselamatannya, bukan?

Kurang mendengarkan anak

Salah satu kunci dalam mendidik anak adalah perhatian dan kasih sayang. Bentuk perhatian ini bisa Mam berikan dengan mendengarkan anak. Hal ini sering dilupakan karena pada dasarnya orang tua merasa bahwa merekalah yang seharusnya didengarkan. Padahal Si Kecil juga punya hak untuk didengarkan oleh orang tuanya.

Pastikan untuk selalu mendengarkan Si Kecil. Terlebih saat ia bercerita tentang hari-harinya saat tidak berada di bawah pengawasan Mam secara langsung. Secara tidak langsung hal ini juga akan membantu Mam untuk mengikuti tumbuh kembang Si Kecil.

Tidak pernah mengajak berdiskusi

Diskusi merupakan sebuah bentuk komunikasi efektif. Lewat diskusi, semua pesertanya bisa mengungkapkan hal-hal yang diinginkan atau tidak. Nah hal ini juga baik diterapkan pada keluarga, Mam. Dengan diskusi, tiap anggota keluarga bisa mengeluarkan uneg-uneg yang selama ini dipendam.

Namun sayangnya sering kali orang tua tidak mengajak anak untuk berdiskusi. Orang tua kerap menganggap bahwa keputusannya adalah mutlak dan pasti terbaik untuk anaknya. Padahal kenyataannya tidak demikian, bisa jadi anak justru merasa tidak nyaman atau tertekan karena keputusan orang tuanya. Untuk mencegahnya, cobalah melibatkan anak dalam diskusi keluarga.

Membanding-bandingkan anak

Saat berkumpul dengan orang tua lain Mam tentu akan mendengar tumbuh kembang anak lainnya. Mungkin ibu A akan berkata kalau anaknya sudah bisa melakukan ini dan ibu B bercerita anaknya pun begitu. Hal ini bisa memicu Mam untuk membanding-bandingkan Si Kecil dengan anak lainnya.

Ada baiknya Mam menghindari untuk melakukan perbandingan pada anak. Meski mungkin motivasinya adalah untuk memicu anak supaya menjadi lebih baik lagi, membanding-bandingkan tetaplah bukan hal yang baik. Terlebih membandingkan anak dengan kakak atau adiknya. Ini karena membanding-bandingkan hanya akan membuat anak merasa minder.

Mendidik anak merupakan tugas utama orang tua. Dengan didikan yang benar maka anak akan menjadi pribadi yang baik dan bermanfaat bagi sesamanya. Mam bisa menghindari empat kesalahan di atas supaya Si Kecil bisa tumbuh sesuai dengan harapan dan menjadi pribadi yang membanggakan. Tetap semangat Mam!

The post Hindari 4 Kesalahan Orang Tua dalam Mendidik Anak appeared first on IbudanMama.

Read Full Article
  • Show original
  • .
  • Share
  • .
  • Favorite
  • .
  • Email
  • .
  • Add Tags 

Untuk dapat merawat dan membesarkan anak dengan baik, orang tua perlu memiliki parenting skill yang baik pula. Tanpa adanya parenting skill yang tepat, cara orang tua dalam membesarkan anak bisa jadi bermasalah dan malah akan menganggu perkembangan Si Kecil. Lantas, mengapa orang tua perlu memiliki parenting skill ini? Yuk, Mam, temukan informasi lengkapnya di bawah ini!

Mengenal pengertian parenting skill

Tahukan Mam apa yang dimaksud dengan parenting skill? Parenting skill merupakan keterampilan dalam hal mengasuh anak. Setiap orang tua pada dasarnya tentu telah menguasai keterampilan ini. Tujuan parenting skill sendiri adalah agar orang tua dapat berinteraksi dengan anak secara lebih terarah. Dengan begitu, anak akan memiliki karakter yang mandiri, cerdas, dan sejumlah karakter baik lainnya sejak dini.

Tips parenting skill

Untuk menguasai parenting skill terbaik, ada beberapa tips yang perlu Mam ketahui. Di antaranya adalah:

Menjadi teladan bagi anak

Mam tentu sudah tahu, kan, bahwa anak-anak suka meniru sikap dan perilaku orang tua? Nah, oleh karena itu, penting bagi Mam untuk menjadi teladan bagi anak. Sebelum belajar di dunia luar, anak akan belajar mengenal dunia dari orang tuanya. Jadi, penting bagi Mam untuk secara konsisten memberikan contoh baik bagi Si Kecil. Misalnya dengan berbicara secara lembut dan sopan hingga bersikap penuh perhatian dan kasih sayang.

Bersikap tenang

Ada kalanya Mam akan terganggu dengan keusilan dan tingkah Si Kecil. Namun, jangan sampai hal tersebut membuat Mam bersikap kasar, ya. Mam perlu untuk terus bersikap tenang agar anak dapat belajar dari kesalahannya tanpa merasa takut. Mam bisa memberikan pelajaran kepada anak dengan nada tegas, tidak perlu berteriak. Meluapkan kemarahan Mam kepada Si Kecil secara berlebihan hanya akan membuatnya takut.

Berikan pengertian kepada Si Kecil

Setiap kali Si Kecil melakukan kesalahan, alih-alih menghakimi dan memarahinya, Mam bisa memberikan penjelasan dan pengertian kepada Si Kecil. Mam bisa menjelaskan konsekuensi dari perilaku buruk Si Kecil, berikan penjelasan tentang apa yang boleh dan tidak ia lakukan, dan pastikan Si Kecil mengerti apa yang Mam sampaikan. Setiap kali Si Kecil berprilaku baik, berikanlah pujian dan hargai setiap perilaku baiknya. Hal tersebut akan membuat Si Kecil merasa dihargai dan membuatnya lebih pengertian dan penuh kasih sayang.

Dorong Si Kecil untuk membangun kepercayaan diri

Agar Si Kecil dapat melakukan berbagai hal yang ingin ia lakukan, ia perlu kepercayaan diri. Bila Si Kecil cenderung kurang percaya diri dengan kemampuannya, Mam perlu mendorong terbentuknya kepercayaan diri tersebut dengan terus mendukung dan memberikannya pujian yang membangun. Beri tahu juga bahwa kesalahan dan kegagalan adalah hal yang biasa. Setiap kata yang Mam sampaikan kepada Si Kecil akan menempel di hati dan pikirannya, membuatnya lebih kuat dan bisa lebih percaya diri untuk melakukan apa yang ingin ia lakukan.

Itulah informasi seputar pentingnya parenting skill bagi orang tua yang perlu Mam ketahui. Pastikan mam mengasah kemampuan ini agar pertumbuhan Si Kecil berjalan lancar ya, Mam. Semoga bermanfaat!

The post Orang Tua Perlu Miliki Parenting Skill appeared first on IbudanMama.

Read Full Article

Read for later

Articles marked as Favorite are saved for later viewing.
close
  • Show original
  • .
  • Share
  • .
  • Favorite
  • .
  • Email
  • .
  • Add Tags 

Separate tags by commas
To access this feature, please upgrade your account.
Start your free month
Free Preview